Tari Serampang Dua Belas Asal Deli : Sejarah, Gerakan, Video, dan Penjelasannya

Iklan 728x90

Tari Serampang Dua Belas Asal Deli : Sejarah, Gerakan, Video, dan Penjelasannya

Tari Serampang Dua Belas adalah tari tradisional yang berasal dari Melayu Deli, tepatnya Deli Serdang, Sumatera Utara. Tarian ini merupakan sebuah tari kolosal yang mengisahkan perjalanan cinta dari sepasang bujang gadis. Tarian yang sempat populer di awal tahun 80-an ini hingga kini masih sering disajikan sebagai hiburan rakyat. Keunikan gerakan dan nilai filosofis yang termaktub dalam setiap gerakannya membuat tarian ini banyak diminati sebagai salah satu alternatif pengajaran budaya. Nah, bagi Anda yang juga tertarik untuk mempelajari seperti apa keunikan tarian ini, berikut kami sajikan pembahasan mengenai tari serampang dua belas ini mulai dari sejarah perkembangan, gerakan, hingga makna yang tersemat dalam setiap gerakannya. Silakan disimak!

Tari Serampang Dua Belas

Tari serampang dua belas sebetulnya terinspirasi dari tarian tradisional Melayu Deli yang bernama tari Pulau Sari. Sauti, seorang seniman asal tanah Deli pada tahun 1940-an kemudian mengarasemen ulang tarian khas Melayu tersebut dengan menambahkan beberapa elemen, seperti kisah drama dan iringan musiknya. Gubahan tari pulau Sari yang diciptakan oleh Sauti inilah yang kemudian dinamai tari Serampang Dua Belas.

 Tarian ini merupakan sebuah tari kolosal yang mengisahkan perjalanan cinta dari sepasang  Tari Serampang Dua Belas Asal Deli : Sejarah, Gerakan, Video, dan Penjelasannya

1. Tema dan Makna Filosofi

Tari Serampang dua belas termasuk ke dalam bentuk sendratari karena dalam pertunjukannya terselip kisah drama antara sepasang bujang gadis yang tengah dimabuk cinta. Drama yang disajikan dalam tarian ini terbagi dalam 12 bagian yang masing-masing mewakili ragam cerita percintaan antara bujang dan si gadis.

Jika dirunut lebih dalam lagi, tari serampang dua belas sejatinya juga mengandung pengajaran dan makna filosofis tentang kehidupan muda-mudi melayu di masa silam. tarian ini mengajarkan tentang keberanian pada para bujang untuk menyatakan cinta pada gadis yang disukainya.


2. Gerakan Tari Serampang Dua Belas

Kedua belas drama yang ditunjukan dalam sendra tari serampang dua belas disajikan dalam 12 pembabakan gerakan. Kedua belas pembabakan tersebut antara lain:

  1. Babak tari permulaan. Babak ini menggambarkan tentang kisah pertemuan sepasang muda mudi yang masih diliputi perasaan malu penuh tanya. Babak ini didominasi oleh gerakan berjalan lambat yang diselingi lompat kecil saling mengelilingi satu sama lain.
  2. Babak tari berjalan. Babak ini menggambarkan tumbuhnya perasaan cinta di antara sepasang muda mudi. Babak ini digambarkan dengan gerakan berjalan, berputar, dan berbalik.
  3. Babak tari pusing. Babak ini menggambarkan perasaan cinta yang semakin mendalam dan rasa gundah gulana yang berkecamuk di antara pasangan muda-mudi.
  4. Babak tari gila. Babak ini menggambarkan pasangan muda mudi yang dimabuk cinta. Babak ini didominasi gerakan berjalan terhuyung seperti gerakan orang mabuk.
  5. Babak tari berjalan sipat. Babak ini menggambarkan si gadis yang berusaha memberi isyarat tertentu pada si bujang yang menandakan perasaan cintanya. Babak ini diominasi oleh jalan lenggok dan permainan ekspresi tatapan mata.
  6. Babak tari goncet-goncet. Babak ini menggambarkan kepekaan si bujang yang telah menerima isyarat dari si gadis yang kemudian berusaha mengungkapkan rasa cintanya. Babak ini didominasi gerakan langkah seirama di antara sepasang penari.
  7. Babak tari sebelah kaki. Babak ini menggambarkan keraguan untuk mengungkapkan cinta dari sang bujang. 
  8. Babak tari langkah tiga. Babak ini menggambarkan usaha untuk meyakinkan diri bahwa cinta mereka tak bertepuk sebelah tangan. Babak ini ditandai dengan gerakan melompat 3 kali ke depan dan kebelakang.
  9. Babak tari melonjak. Babak ini menggambarkan usaha si bujang dalam meminta restu dari orang tua si gadis supaya bisa meminangnya ke pelaminan.
  10. Babak tari datang mendatangi. Babak ini menggambarkan proses peminangan.
  11. Babak tari rupa-rupa. Babak ini menggambarkan prosesi mengantarkan bujang gadis ke pelaminan yang ditandai dengan nuansa keceriaan.
  12. Babak tari sapu tangan. Babak ini adalah gerakan penutup tarian serampang dua belas. Babak ini ditandai dengan permainan 2 buah sapu tangan yang menyimbolkan cinta sepasang muda mudi dalam kisah tersebut tak akan dapat dipisahkan.


Secara lengkap gerakan tari serampang dua belas yang dijabarkan di atas dapat Anda lihat pada video berikut ini.



3. Iringan Tari

Setiap gerakan tari serampang dua belas tak pernah terpisahkan dari bunyi musik pengiringnya. Musik pengiring tarian ini sendiri berasal dari tabuhan beberapa alat musik tradisional melayu, seperti marwas, gambus, kendang, gong, bonang, dan lain sebagainya.

4. Setting Panggung

Tari serampang dua belas dipentaskan secara berpasangan. Dalam satu panggung bisa diisi oleh 1 sd 3 pasang penari, yang terdiri dari satu penari pria dan satu penari wanita. Di bagian belakang panggung terdapat sekumpulan orang yang memainkan musik pengiring tarian ini.
Gerakan Tari Lilin Asal Melayu
Gerakan Tari Indang Dindin Badindin
Gerakan Tari Sekapur Sirih khas Jambi

5. Tata Rias dan Tata Busana

Baik penari pria maupun penari wanita, ketika hendak mementaskan tari serampang dua belas wajib hukumnya bagi mereka untuk mengenakan pakaian khusus. Pakaian yang mereka kenakan adalah pakaian adat Melayu yang terdiri dari baju cekak musang (baju kurung) dan songket (untuk penari pria) serta baju Baju Kurung Tulang Belut (gadis) atau Baju Kebaya Laboh bagi penari wanita.

6. Properti Tari

Properti utama yang digunakan dalam tarian serampang dua belas adalah sepasang sapu tangan berwarna cerah. Properti ini digunakan khususnya pada babak terakhir dari gerakan tarian ini. sapu tangan pada tari serampang dua belas menyimbolkan tentang kesetiaan, pengharapan, dan keabadian.

Nah, itulah sedikit ulasan yang dapat kami sampaikan tentang tari serampang dua belas beserta unsur-unsur pendukungnya. Hingga kini, tarian tradisional asal Sumatera Utara ini masih kerap dipentaskan, khususnya pada acara hiburan rakyat seperti pernikahan, khitan, atau pesta adat. Tugas kita adalah melestarikan keberadaan tarian ini agar ia tidak sampai punah tergerus zaman.
Loading...
ARTIKEL PILIHAN

Artikel Terkait

Post a Comment