Rumah Adat Gorontalo (Dolohupa + Bandayo Pamboide), Gambar, dan Penjelasannya

Iklan 728x90

Rumah Adat Gorontalo (Dolohupa + Bandayo Pamboide), Gambar, dan Penjelasannya

Rumah Adat Gorontalo / Gorontalo merupakan salah satu provinsi termuda di Indonesia. Provinsi ini adalah provinsi ke 32 Indonesia yang baru diresmikan pada tahun 22 Desember 2000 setelah memisahkan diri dari provinsi induknya yakni Sulawesi Utara. Meski terbilang sebagai provinsi baru, bukan berarti Gorontalo memiliki masyarakat dengan budaya yang tertinggal. Budaya suku Gorontalo sendiri telah tumbuh dan berkembang jauh sebelum provinsi ini diresmikan. Tumbuh dan berkembangnya budaya suku Gorontalo salah satunya dapat dilihat dari adanya desain rumah adat Gorontalo yang bernama Rumah adat Doluhapa dan rumah adat Bandayo Pomboide.

Rumah Adat Gorontalo

Nah, dikesempatan artikel kali ini kami akan mengulas kedua rumah adat Gorontalo tersebut secara lengkap mulai dari gaya arsitektur, struktur bangunan, fungsi, serta penjelasannya. Bagi Anda yang tertarik untuk memperoleh wawasan budaya tentang kedua rumah adat ini, silakan simak pembahasan berikut!

 Gorontalo merupakan salah satu provinsi termuda di Indonesia Rumah Adat Gorontalo (Dolohupa + Bandayo Pamboide), Gambar, dan Penjelasannya

1. Rumah Adat Dolohupa

Dalam bahasa Gorontalo, Doluhapa berarti “Mufakat”. Nama tersebut sesuai dengan fungsi rumah adat satu ini yang memang sering digunakan untuk bermusyawarah untuk mencapai mufakat dalam perkara adat di masa pemerintahan raja-raja Gorontalo di masa silam. Rumah Doluhapa juga digunakan sebagai tempat mengadili seseorang yang melakukan tindakan kejahatan. [Baca Juga : Rumah Adat Sulawesi]

Ada 3 hukum yang digunakan dalam pengadilan yang dilakukan di rumah adat Doluhupa, yaitu hukum pertahanan dan keamanan yang digunakan untuk mengadili prajurit atau bisa dikatakan pengadilan militer (Buwatulo Bala), hukum agama Islam (Buwatulo Syara), dan hukum adat (Buwatulo Adati).

Dari segi desain arsitekturnya sendiri, rumah adat Gorontalo ini terbilang unik. Rumah adat ini memiliki struktur panggung dengan tiang atau pilar yang berukir sedemikian rupa sebagai hiasan. Atapnya dibuat dari jerami berkualitas yang dianyam, sementara bagian rumah lainnya seperti lantai, dinding, pagar, dan tangga terbuat dari bilah atau papan kayu.

Bagian dalam rumah adat Doluhupa tidak terbagi menjadi beberapa ruangan melainkan langsung berupa satu ruangan plong berukuran besar. Di masa sekarang, ruangan ini tidak lagi digunakan untuk mengadili seseorang. Ruangan ini beralih fungsi dan lebih sering digunakan sebagai tempat untuk melangsungkan upacara pernikahan adat, atau kegiatan adat lainnya.

Ada satu bagian yang unik dari rumah adat Gorontalo ini. selain kita dapat menemukan adanya anjungan yang terletak di bagian depan rumah, kita juga dapat melihat adanya 2 tangga yang saling berhadapan secara simetris di bagian depan rumah sebagai jalan masuk. Tangga ini dalam bahasa Gorontalo disebut Tolitihu.

 Gorontalo merupakan salah satu provinsi termuda di Indonesia Rumah Adat Gorontalo (Dolohupa + Bandayo Pamboide), Gambar, dan Penjelasannya

2. Rumah Adat Bandayo Pamboide

Jika rumah adat Doluhapa lebih sering digunakan sebagai tempat mengadili seseorang, maka rumah adat Bandayo Pamboide ini justru kerap digunakan sebagai tempat bermusyawarah dan gedung pertunjukan adat. Fungsi ini sesuai dengan nama rumah adat ini, Bandayo yang berarti gedung sementara Pambide berarti tempat bermusyawarah.

Bandayo Pamboide dan Doluhapa juga berbeda dari segi arsitektur interiornya. Jika rumah adat Doluhapa tidak memiliki sekat dan hanya terdiri atas satu ruangan saja, maka rumah Bandayo Pamboide justru terbagi menjadi beberapa kamar dengan sekat yang terbuat dari papan. Saat ini, kita dapat menemukan dan melihat desain dari rumah adat Gorontalo ini di depan rumah dinas Bupati Gorontalo.

Nah, demikian ulasan yang dapat kami sampaikan tentang rumah adat Gorontalo dan penjelasannya. Dari pemaparan yang disampaikan kita dapat menarik beberapa kesimpulan, di antaranya bahwa rumah adat Gorontalo baik rumah Doluhapa maupun Bandayo Pamboide keduanya memiliki desain yang erat dengan budaya Islam. hal ini sesuai dengan fakta sejarah yang menunjukan bahwa Gorontalo di masa silam merupakan salah satu pusat pengajaran Islam di Pulau Sulawesi. Semoga ulasan ini bermanfaat dan jangan lupa membaca pembahasan kami tentang Rumah Adat Bali di artikel berikutnya. Salam.
Loading...
ARTIKEL PILIHAN

Artikel Terkait

Post a Comment