Rumah Adat Papua Barat (Mod Aki Aksa), Gambar, dan Penjelasannya

Iklan 728x90

Rumah Adat Papua Barat (Mod Aki Aksa), Gambar, dan Penjelasannya

Rumah Adat Papua Barat / Papua Barat adalah provinsi hasil pemekaran wilayah provinsi Papua yang baru terbentuk pada 4 Oktober 1999 silam. Provinsi ini selain dianggap memiliki destinasi wisata kelas dunia dengan Kepulauan Raja Ampat-nya, juga dikenal memiliki masyarakat dengan budaya yang unik. Masyarakat Papua Barat yang terdiri dari banyak suku bangsa punya ciri khas tersendiri dalam bertahan hidup dan melestarikan budaya yang diwariskan nenek moyangnya. Salah satu hal yang menjadi ciri khas tersebut terdapat pada keunikan desain rumah adatnya yang bernama rumah Mod Aki Aksa. Seperti apa keunikan dari rumah adat Papua Barat ini? Berikut penjelasannya untuk Anda!

Rumah Adat Papua Barat

Rumah adat Mod Aki Aksa merupakan rumah tinggal bagi masyarakat suku Arfak pada masa silam yang mendiami daerah sekitar pegunungan Arfak di kabupaten Manokwari, hingga daerah sekitar teluk Bintuni. Rumah adat Papua Barat berstruktur panggung ini hingga sekarang masih tetap digunakan sebagai rumah tinggal karena dianggap lebih mudah dibuat sekaligus desainnya sangat cocok untuk bertahan di lingkungan pegunungan Papua Barat yang bersuhu dingin.

 Papua Barat adalah provinsi hasil pemekaran wilayah provinsi Papua yang baru terbentuk pa Rumah Adat Papua Barat (Mod Aki Aksa), Gambar, dan Penjelasannya

1. Struktur Bangunan Rumah Adat

Mod Aki Aksa disebut mudah dibuat karena dalam proses pembangunannya hanya diperlukan bahan material yang berasal dari alam. Tiang, dinding, lantai, dan atap dari rumah ini memang tak sedikit pun menggunakan besi atau semen yang harus dibeli di toko. Semua material murni bisa diambil dari alam sekitar tempat tinggal penduduknya.

Salah satu yang menjadi keunikan tersendiri dari rumah adat ini terletak pada desain tiangnya. Rumah Mod Aki Aksa dibangun di atas jajaran tiang-tiang kayu berukuran kecil yang sangat banyak karena rata-rata dibuat dari kayu berdiameter 10 cm dengan jarak antar tiang hanya 30 cm. Saking banyaknya tiang, rumah inipun kerap disebut Rumah Berkaki Seribu atau Rumah Seribu Tiang. Nama Mod Aki Aksa sebetulnya juga berasal dari sebutan ini.

Sebagian tiang pada rumah adat Papua Barat ini menyangga rangka lantai dan sebagian lainnya yang sisi rumah menyangga rangka atap. Rangka lantai sendiri dibuat dari anyam rotan yang kemudian ditimpa papan kayu. Papan kayu disusun sejajar sebagai lantai utama dan digunakan untuk pijakan saat penghuni melaksanakan aktivitas di dalam rumah. Papan kayu juga digunakan untuk material dinding bagian dalam. Papan untuk dinding tidak dipaku, melainkan hanya diikat menggunakan serut rotan di kedua sisinya. Terkadang, papan kayu untuk dinding juga dapat digantikan fungsinya oleh kulit kayu yang disusun vertikal.

Untuk atap, material yang sering digunakan adalah anyam daun alang-alang kering. Kendati begitu, belakangan material atap seng juga kerap ditemukan. Atap rumah adat Papua Barat ini memiliki desain unik. Di bagian depan terlihat lengkung, sementara di bagian belakang tampak seperti pelana kuda. Meski hanya terbuat dari daun alang-alang, atap rumah adat ini cukup awet dan baru diganti setelah beberapa tahun saja.

 Papua Barat adalah provinsi hasil pemekaran wilayah provinsi Papua yang baru terbentuk pa Rumah Adat Papua Barat (Mod Aki Aksa), Gambar, dan Penjelasannya

2. Ciri Khas dan Keunikan Rumah

Secara keseluruhan, rumah adat Mod Aki Aksa memiliki tinggi sekitar 4-5 meter dan ukuran luas lantai 8 x 6 meter. Dalam ukuran rumah sedemikian kecil, terdapat beberapa keunikan lain yang terdapat di rumah ini.

  1. Pertama rumah ini tidak memiliki satu jendela pun di dindingnya. Ini dimaksudkan untuk menjaga suhu dalam rumah agar tetap hangat saat malam hari.
  2. Kedua, rumah ini hanya memiliki 2 pintu di bagian depan dan belakang rumah sedangkan bagian dalamnya berupa 1 ruangan plong berukuran besar tanpa dinding pemisah. Setiap kegiatan penghuninya dilakukan dalam ruangan besar ini bersama-sama, entah itu untuk makan, tidur, beristirahat, atau bercengkrama bersama keluarga saat malam hari.
  3. Di bagian depan dan belakang rumah terdapat tangga yang terbuat dari rangka kayu yang diikat menggunakan rotan. Khusus untuk bagian belakang, tangga hanya dipasang pada saat-saat tertentu saja.
  4. Pada tingkat masyarakat adat tertentu (biasanya kepala suku) bagian tiang rumah diukur sebagain dengan ukiran-ukiran berupa patung. Ukiran tersebut dianggap dapat menjaga rumah dan pemiliknya dari segala bahaya.


Nah, demikianlah sekilas ulasan yang dapat kami sampaikan tentang desain rumah adat Papua Barat yang bernama Rumah Mod Aki Aksa. Selain digunakan sebagai ikon rumah adat Provinsi Papua Barat, desain rumah tersebut nyatanya juga diakui sebagai desain rumah adat provinsi Kep. Teluk Cendrawasih. Akan tetapi, namanya berganti. Bukan lagi Mod Aki Kasa melainkan rumah Lgkojei. Baca Juga : Rumah Adat Papua
Loading...
ARTIKEL PILIHAN

Post a Comment