Sejarah Latar Belakang Dan Pengaruh Perang Koalisi Eropa

Iklan 728x90

Sejarah Latar Belakang Dan Pengaruh Perang Koalisi Eropa



 Kaisar Prancis terhebat terkuat sepanjang masa  Sejarah Latar Belakang dan Dampak Perang Koalisi Eropa
Naponeon , Kaisar Prancis terhebat terkuat sepanjang masa - komaps.com

Perang Koalisi Eropa yaitu perang yang terjadi di daratan luas benua eropa. Perang ini melibatkan banyak sekali negara terutama baik di eropa bahkan di benua lainnya. Perang koalisi yaitu perang yang terjadi antara Negara Prancis melawan Pasukan Koalisi yang terdiri dari anggota utamanya yaitu Inggris, Asutria, Rusia dan Prusia. Perang Koalisi Eropa dipimpin oleh Napoleon Bonaparte selaku pemimpin prancis yang mempunyai cita cita besar untuk menguasai benua eropa.

Perang koalisi terjadi sebanyak tujuh kali dimana Napoleon Bonaparte bersama pasukannya memenangkan empat pertempuran berturut turut dan tiga kali kekalahan. Setiap peperangan yang terjadi wilayah prancis semakin meluas karna pasukan koalisi kalah dalam pertempuran dan selalu terikat pada perjanjian yang dilakukan.

Latar Belakang

Selama masa pertengahan banyak sekali kerajaan kerajaan eropa yang masih mempunyai bentuk pemerintahan monarki. Hal ini mengakibatkan kebebasan disetiap rakyat di kerajaan berkurang karna tidak bisa ikut campur dalam membantu pemerintahan negara.

Selain itu pula raja dianggap sebagai pemimpin yang tertinggi mengalahkan segalanya. Apa yang diucapkan raja yaitu undang undang yang harus dipatuhi rakyatnya. Dengan ini banyak sekali kontradiksi dan terjadilah revolusi pada sebuah kerajaan untuk mengganti bentuk pemerintahan.

Maka terjadilah revolusi prancis di eropa untuk menggulingkan pemerintahan Louis dan menyemarakkan tiga semboyan gres yaitu liberte egalite fraternite yang berarti kebebasan,keadilan dan persaudaraan.

Kata Kunci


  • Napoleon - Revolusi – Prancis 
  • Inggris - Rusia - Austria - Wina - Koalisi 
  • Monarki - Perundingan - Pertempuran 
  • Nasionalisme -Pengasingan - Waterlo

Perang Koalisi Eropa


 Kaisar Prancis terhebat terkuat sepanjang masa  Sejarah Latar Belakang dan Dampak Perang Koalisi Eropa
Perang Napoleon yaitu perang terbaik eropa sepanjang sejarah - nandamuchri blog
Perang Koalisi Eropa Pertama I Antara Prancis Dengan Koalisi I 1792 – 1797 I

Saat terjadi revolusi yang berada di prancis maka diangkatlah pemimpin gres yang berjulukan Napoleon Bonaparte untuk menggantikan raja Louis XIV. Setelah itu guna untuk membuatkan pengaruhnya ke dunia maka dimulailah daratan eropa sebagai target utamanya. Kemudian Napoleon selaku kaisar prancis menyatakan perang terhadap kerajaan yang masih memakai sistem monarki.

Karna situasi politik eropa yang ketika itu masih memakai sistem raja yang berhaluan monarki, maka untuk merespon sikap dari Napoleon, dibentuklah koalisi untuk merintangi usaha prancis dalam menyebarluaskan pengaruhnya yang dikhawaitrkan negara jajahan mereka lepas darinya.

Akan tetapi dalam kenyataannya Pasukan Koalisi yang diperlukan bisa menumbangkan kekuatan Napoleon kalah dan para pemimpin negara harus menandatangani perjanjian Campo Formio (1797). Saat itu semua negara koalisi berhasilkan dipadamkan kecuali Inggris.

Inggris yaitu negara yang paling gigih menentang Napoleon bahkan ia tidak bisa ikut menyepakati pernjanjian Campo Formoi. Karna Napoleon yaitu pemimpin yang berambisi kuat, maka bersama pasukannya menyerbu Inggris baik di daratan Inggris pribadi maupun di Mesir. 

Kemudian munculah ilham bahwa Mesir yaitu negara yang strategis untuk menjadi kerikil loncatan yang bisa untuk menyebrangi Afrika, Arab, maupun Rusia. Maka dibentuklah Terusan Suez.

Hasil  : Perjanjian Campo Formio , Terusan Suez

Perang Koalisi Eropa Kedua I Kejayaan Napoleon dan Kalahnya Austria bersama Turki Inggris dan Rusia I 1805

Perang koalisi pertama berjalan lancar dengan membawa Napoleon sebagai pemenangnya. Akan tetapi Inggris yang masih gigih menyerangnya mengakibatkan Napoleon terus berfikir untuk terus meluaskan pengaruhnya. Perang koalisi tetap berlanjut hingga Prancis kesannya perang dengan Austria, Turki dan Inggris.

Karna instruksi yang tepat dari Napoleon yang pribadi menjadi pemimpin perang, kesannya Austria bisa dikalahkan oleh Napoleon pada pertempuran Marengo ( 1800 ) . Akhirnya sekutu Austria pribadi mengakhiri pertempuran ini karna takut akan menciptakan Austria semakin melemah. Kemenangan pada pertempuran ini mengantarkan Napoleon berada di puncak masa kejayaannya dan ia diangkat sebagai konsul semumur hidup dan kesannya pada tahun 1804 ia diangkat sebagai pemimpin Negara Prancis.

Kepimpinan Napoleon dianggap bijak oleh rakyatnya karna Napoleon dianggap sebagai pemimpin yang cerdas, berani , pekerja keras , tidak panatang mengalah dan berhati rakyat. Akibatnya semakin usang pengikut Napoleon semakin dan semakin usang pula perngaruh raja di eropa terhadapp rakyatnya semakin berkurang. Maka dari itu pemerintahan Napoleon harus tetap di runtuhkan.

Hasil : Pertempuran Merengo, Napoleon Menjadi Kaisar

Perang Koalisi Eropa Ketiga I Kalahnya Angkatan Laut Prancis dan Tipu Muslihat Napoleon I 1806 - 1807

Selanjutnya dalam perang koalisi ketiga , pasukan koalisi bertambah anggota negara gres yaitu Swedia. Bersama Swedia, Asutria, Rusia inggris dan semangatnya berencana menyerang prancis secara pribadi dari Inggris menuju prancis melewati jalur laut. Strategi ini diperlukan akan mengurangi kendala kalau menyerang Prancis pribadi melewati jalur darat.

Napoleon berusaha memusatkan pasukannya untuk menyerang koalisi di Boulogne. Namun serangan tersebut berhasil dipatahkan oleh Armada Laut Inggris yang dipimpin langung oleh Laksamana Nelson. Setelah itu planning berikutnya, pasukan koalisi menyebrang dari daratan eropa menuju pulau britania yang selanjutnya akan dibawa menuju medan tempur daratan Prancis.

Karna Napoleon yaitu pemimpin sekaligus raja yang cerdik, maka dengan tipu muslihatnya , secara membisu diam Napoleon bersama pasukannya menyebrang dari prancis dan berhasil menduduki Jerman sebagai sentra serangan kedua. Hasilnya sebelum koalisi menyebrang dari daratan eropa, para angkatan perang tim koalisi yang beranggotakan Austria dan Rusia berhasil dipadamkan pada pertempuran Austelitz dan menghasilkan pernjanjian Preszburg.

Dengan kemenangan ini, Napoleon semakin berkuasa di tanah eropa dan menempatkan saudara saudaranya sebagai wakilnya di beberapa wilayah yang berhasil Prancis kuasai. Dengan begitu perang koalisi tetap berpihak pada kemenangan Napoleon. Wilayah Prancis semakin luas.

Hasil : Pernjanjian Preszburg, Jerman diduduki Prancis, Austria dan Inggris semakin lemah


 Kaisar Prancis terhebat terkuat sepanjang masa  Sejarah Latar Belakang dan Dampak Perang Koalisi Eropa
Napoleon menduduki berlin jerman - similart.fr

Perang Koalisi Eropa Keempat I Blokade Terhadap Inggris Oleh Napoleon I 1806 - 1807
Pada perang koalisi ini, ambisi Napoleon untuk menguasai eropa dan dunia semakin menguat. Untuk itu sehabis Austria yang berhasil dipadamkan, maka dari itu Prusia ( jerman ) dan Inggris harus dikalahkan untuk menguatkan kedudukannya di tanah eropa.

Tidak usang kemudian usaha Napoleon berhasil sempurna. Pasukan Prusia berhasil ditumbangkan dan kota Berlin berhasil diduduki sebagai usaha untuk memperlemah Inggris pada pertempuran Jena dan Auerstadt (1806). Di kota Berlin Napoleon mengeluarkan dekrit Berlin yang berisi Continel Stelsel atau blockade ekonomi terhadap inggris dengan melarang negara negara eropa untuk menjailn hubungan kerjasama dengan Inggris. Jika ada yang melanggarnya maka Napoleon selalu sigap untuk menghancurkan negara tersebut.

Namun rupanya tidak semua negara eropa oke dengan dekrit yang dikeluarkan Napoleon. Beberapa negara besar lengan berkuasa ibarat spanyol dan rusia menentangnya. Namun beberapa negara yang masih lemah pada ketika itu masih berada di keuasaan Napoleon

Hasil : Pertempuran Jena dan Auerstadt, Dekrit Berlin


Menginvasi rusia yaitu ilham terburuk Napoleon sepanjang sejarah - slate.com

Perang Koalisi Kelima I Rusia dan Spanyol Menentang Napoleon Prancis Mulai Kalah I 1809
Kekuasaan Napoleon semakin usang semakin ditentang oleh negara eropa. Prancis menganggap dirinyalah yang terkuat kala itu.Hal ini mengakibatkan negara negara besar lengan berkuasa eropa semakin geram padanya. Maka dibentuklah pasukan koalisi yang sangat besar lengan berkuasa dan dibuatlah seni administrasi yang matang dalam usaha menghacurkan perngaruh Napoleon di eropa.

Pada perang ini beberapa negara Eropa membentuk koalisi yang lebih kuat. Tim koalisi terdiri dari Negara Spanyol, Rusia, Inggris dan Portugal dan kemudian akan disusul Rusia. Dalam perang ini Prancis tetap berhasil mengalahkan koalisi di Pertempuran Ulagram dan diakhiri dengan pernjanjian Schonkrunn (1809).

Namun Napoleon gagal menumbangkan kekuatan Spanyol. Bahkan di Spanyol sendiri mucul gerakan revolusi untuk menentang dominasi Prancis di eropa. Seperti halnya Revolusi Prancis, gerakan nasionalisme Spanyol juga merembet di beberapa negara koalisi untuk bersatu melawan Napoleon. Disinilah titik awal dan bahaya terbesar Koalisi terhadap Napoleon untuk segera mengakhiri kekuatan Napoleon di daratan eropa.

Hal ini dibuktikan dengan Rusia yang melanggar Dekrit Berlin yang dikeluarkan Napoleon. Dengan sigapnya , Napoleon bersama pasukan kuatnya sebesar 600.000 orang yang disebut Grande Armee menyerang Rusia di timur eropa. Akan tetapi Rusia sebagai tidak tinggal diam. Rusia melaksanakan seni administrasi bumi hangus untuk menghancurkan asset negara apabila dipakai oleh Prancis Napoleon.

Selain itu Rusia juga menerapkan taktik gerilya dalam melaksanakan penyerangan di timur eropa. Ditambah pula , di kota Moskow pada ketika itu terjadi animo hirau taacuh sehingga udara disana sangat dingin. Makanan dan minuman menjadi langka dan banyak pasukan yang gugur pada medan pertempuran. Dengan rasa semangat yang berkobar kesannya Rusia menyerang Prancis habis habisan hingga pasukan Napoleon kesannya memutuskan mengakhiri pertempuran dan menyebrangi sungai Berezina.

Akhirnya dengan berat hati , Napoleon bersama pasukannya kembali pulang ke Paris untuk menghimpun kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya serta untuk melaksanakan penebusan terhadap pertempuran waktu lalu. Pada pertempuran ini pula, Prancis semakin lemah di tanah eropa dan tim Koalisi semakin bertambah banyak dan kuat yang pada kesannya bisa mengalahkan kekuatan Napoleon di eropa dan dunia.

Hasil : Perjanjian Schonkrunn, Kekalahan Napoleon di Rusia,

Perang Koalisi Keenam I Kalahnya Napoleon Dan Perjanjian Paris I 1813 - 1814

Setelah banyak sekali kabar wacana kalahnya pasukan Napoleon terhadap serangan Koalisi yang berada di Rusia dan Eropa Timur , Tim koalisi bertambah mahir dan kuat. Kali ini Rusia, Spanyol, Inggris, Asutria, Swedia dan Prusia  bergabung dan setuju untuk mengahncurkan kekuatan Napoleon di Eropa. Kali ini tim koalisi sangat berambisi dan bertempur mati matian melawan Napoleon.

Tidak kalah dengan tim Koalisi, Napoleon dan Pasukan Prancisnya menghimpun banyak sekali kekuatan yang akan dipakai untuk menyerang kekuatan koalisi. Pada awalnya Napoleon bersama pasukannya berhasil menandingi kekuatan koalisi. Namun karna pasukan Tim Koalisi yang semakin besar dan bertambah banyak maka Napoleon semakin terdesak.

Dalam Pertempuran Leipizig kesannya tentara Napoelon berhasil ditaklukkan oleh Koalisi. Dengan segera Napoleon turun tahta dan bearkhirnya pertarungan antara Napoleon dengan Koalisi untuk sementara waktu. Pada tahun yang sama Raja Louis kembali dan mulai memerintah Prancis dan diangkatlah Bourbon yaitu Louis XVIII atau adik dari Louis ke XVI. Dan pada tahun yang sama pula Napoleon diasingkan di Pulau Elba ( Selatan Prancis erat dengan Italia ).

Setelah Napoleon diasingkan maka pemerintahan monarki kembali dilakukan dengan aneka macam perubahan. Kemudian Louis XVII mengadakan Pernjanjian Paris untuk memperbaiki status wilayah di eropa. Isi dari perjanjian Paris sebagai berikut :


  • Penetapan batas batas kekuasaan prancis ibarat sebelum tahun 1792 ( Perang Koalisi )
  • Belanda memperoleh hak kembali sebagai negara merdeka
  • Inggris mendapat Pulau Malta ( selatan Italia )

Setelah itu Para Negara Koalisi mengadakan pertemuan dan congress di Wina Austria untuk memilih nasib negara negara eropa sebelum Revolusi Prancis.

Hasil : Kekalahan Napoleon, Perjanjian Paris, Kembalinya Louis sebagai Kepala Pemerintah


Perang waterlo yaitu perang terburuk Napoleonsepanjang sejarahperang koalisi - wikiwand.com


Perang Koalisi Ketujuh I Bagkitnya Napoleon Yang Berhasil Dipadamkan I 1815

Setelah Raja Louis menjadi pemerintah di Prancis dan sehabis terjadi perjanjian Paris, keadaan Negara Prancis semakin kacau balau akhir perang yang dilakukan. Selain itu Raja louis XVIII kurang cakap dalam menangani urusan kenegaraan menciptakan rakyat prancis semakin kecewa dengan kepemerintahan yang ada. Rakyat Prancis ingin Napoleon menjadi Presiden Prancis lagi karna sifatnya yang merakyat.

Karna harapan Rakyat Prancis yang begitu mengharapkan Napoleon menjadi seorang Raja yang kuat, maka harapan tersebut banyak dikabarkan disebarluaskan hingga daerah pengasingan Napoelon ( Pulau Elba ). Karna Napoleon yang sangat menyayangi rakyatnya maka dengan semangat Napoleon berusaha sekuat mungkin untuk meloloskan dirinya dari daerah pengasingan.

Setelah berhasil lolos dari daerah pengasingan, Napoleon kembali menuju Prancis dan banyak Rakyat Prancis yang mennyuarakan kegembiraanya. Akhirnya bersama pasukannya Napoleon kembali menghimpun kekuatan terakhirnya. Kali ini Napoleon tampil menjadi lebih besar lengan berkuasa dengan pasukan yang ada.

Pada waktu yang sama, Raja Louis mendengar kabar tersebut kemudian melarikan dirinya. Selain Louis para Negara Koalisi memberhentikan pertemuan mereka di Wina Austria dan segera menyatukan diri untuk menaklukkan kembali Napoleon di medan pertempuran.

Pada awalnya Napoleon mendapat kemenangan di Pertempuran Ligny dengan mengerahkan lebih dari 1 juta pasukan yang terdiri dari aneka macam kesatuan dan menerapkan seni administrasi untuk menghadapi pertempuran koalisi selanjutnya.

Akan tetapi karna seni administrasi Napoleon yang gagal untuk melemahkan Koalisi dengan memecah belah pertarungan. Pasukan Napoleon pribadi diserang habis habisan oleh Tim Koalisi. Selain itu faktor cuaca juga tidak mendukung Napoleon dalam melangsungkan aksinya ,sehingga menciptakan planning Napoleon menjadi gagal. Selain itu Pertempuran Waterlo adalah pertempuran terburuk dan terakhir yang dilakukan sepanjang sejarah Perang Koalisi.

Ditambah pula semangat rakyat yang semakin berkurang akhir kegagalan peperangan yang menelan banyak korban jiwa menciptakan kekuatan Napoleon semakin kritis dan akhinya Napoleon harus turun takhta kembali. Setelah itu Napolen menyerahkan diri kepada Koalisi yang kesannya diasingkan ke pulau Saint Herlena ( Sebelah barat Afrika ). Ditempat inilah Napoleon juga menghembuskan nafas terakhirnya sebagai Kaisar yang memberi imbas penting bagi perubahan eropa. Perubahan tersebut terjadi baik dari segi milter,politik bahkan faham budaya. Di daerah ini pula Napoleon menutupkan usia pada 5 Mei 1815.

Hasil :  Perang Koalisi Selesai, Pertempuran Waterlo Napoleon Diasingkan, Perubahan Besar Eropa,

Dampak Perang Koalisi Eropa

Setelag Napoleon kembali diasingkan dan politik di eropa mulai stabil kembali kesannya Tim Koalisi mengadakan pertemuan dengan menghasilkan kesepakatan gres yaitu :

  • 1Militer di Eropa berkembang pesat baik dari persenjataan mapun penggunakan pasukan.
  • Negara Italia dipecah belah dan didirikan negara lain karna wilayah Italia sangat luas dan dikhawatirkan kalau kejadian Napoleon kembali terjadi di tanah Italia.
  • Belanda dipecah menjadi dua akhir dari invasi prancis dan memperoleh kembali kemerdekaanya
  • Austria bernegosiasi dan sebagai gantinya belanda selatan, Austria mendapat Lombardia.
  • Wilayah Swedia semakin sempit karna melepaskan Finlandia dan mendapat kembali norwegia ( dulunya skandinavia )
  • Rusia semakin luas dengan mendapat polandia penggalan timur ( wilayah prusia timur ) dan Finlandia
  • Inggris mendaptkan Malta, Ceylon, dan Holgeland


Inggris menjadi negara superpower di Eropa karna mengadopsi faham Napoleon dengan melaksanakan Revolusi Industri dan melaksanakan perombakan kepemerintahan serta menerapkan sistem demokrasi.
Semua negara eropa menjadi sulit lepas dari sistem politik Napoleon. Hal ini mengakibatkan banyak sekali negara eropa yang menerapkan kepemrintahannya sama dengan prinsip kepemerintahan Prancis era Revolusi dan Napoleon.

Sekian dar artikel yang saya buat ini. Semoga artikel yang saya buat ini bermanfaat bagi sahabat sahabat sekalian. Jangan lupa untuk like dan komen sebagai bentuk aktif dan proteksi dari pembaca kepada kami. Sekian dan terimakasih.

Sudah faham dengan materi diatas? Silahkan kerjakan soal ini

Sumber Pengalaman Penulis ,Wikipedia Perang Napoleon.
Loading...
ARTIKEL PILIHAN

Post a Comment