Sebutkan apa saja sumber sejarah kerajaan Perlak? Banyak orang beranggapan bahwasanya kerajaan Islam pertama di Pulau Sumatera bahkan Indonesia adalah kesultanan Samudra Pasai, namun faktanya bukan demikian. Berdasarkan bukti dan fakta sejarah, kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah kesultanan Perlak atau Peureulak. Pendapat tersebut diperkuat dengan bukti sejarah atau sumber sejarah kerajaan Perlak yang berhasil ditemukan. 
Sumber sejarah berupa peninggalan sejarah kerajaan Perlak yang dimaksud berupa catatan-catatan dari luar maupun dalam negeri, ditambah lagi dengan bukti sejarah berupa benda-benda peninggalan sejarah. Kesultanan Perlak terkenal sebagai daerah penghasil kayu Perlak. Letaknya berada di sekitar wilayah Peureulak, Aceh Timur. Kerajaan Islam ini diperkirakan berdiri pada tahun 1161 masehi.
 Sebutkan apa saja sumber sejarah kerajaan Perlak 5  Kerajaan Perlak Lengkap

Untuk memperkuat pendapat mengenai berdirinya kerajaan Islam ini, berikut ini akan kami sebutkan dan jelaskan beberapa sumber sejarah kerajaan Perlak. Langsung saja simak ulasan berikut ini.

Baca juga, kerajaan Islam lainnya :

Kerajaan Perlak

Sebelum runtuhnya kerajaan Perlak, pada masa pemerintahan Sultan ke 18 bernama Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan, Kesultanan Perlak disatukan dengan Kerajaan Samudra Pasai. Penggabungan kedua kerajaan Islam ini dilakukan melalui pernikahan Putri Ganggang yang dikawinkan dengan Raja Pasai, yakni Al Malik Al-Saleh. Berikut ini beberapa sumber sejarah kerajaan Perlak, meliputi :
1. Naskah Hikayat Aceh
Pada isi naskah hikayat Aceh, dijelaskan bahwa berdirinya kesultanan Perlak dibawah sultan pertamanya bernama Alauddin Syah. Ia memerintah pada tahun 1161 hingga 1186 masehi. Kemudian salah satu makam sultan Perlak yang berhasil ditemukan yaitu makam Sulaiman bin Abdullah. Ia wafat pada tahun 608 H atau sekitar 1211 masehi.
2. Buku Zhufan Zhi
Buku ini ditulis oleh Zhao Rugua (seorang pemeriksa pabean di kota Quanzhu, China). Isi buku yang ditulis pada tahun 1225 ini mengutip catatan dari seorang ahli Geografi bernama Chou Ku-Fei. Bahwasanya pada tahun 1178 terdapat negeri Islam yang jaraknya 5 hari perjalanan pelayaran dari Jawa. 
Negeri Islam yang dimaksud adalah Perlak, hal ini karena ia juga menyatakan bahwasanya jarak dari Pulau Jawa ke Brunei memakan waktu sekitar 15 hari. Pendapat ini diperkuat oleh catatan Marco Polo. Dalam catatannya, setelah pulang dari China pada tahun 1291 ia singgah di negeri Ferlec. Di negeri ini sudah banyak pemeluk agama Islam.
3. Mata Uang Kerajaan Perlak
Sumber sejarah kerajaan Perlak selanjutnya adalah peninggalan mata uang. Mata uang kerajaan ini dibuat dengan bahan emas, perak dan tembaga. Peninggalan kerajaan perlak ini dapat menjadi bukti bahwasanya kerajaan Islam ini telah maju.
4. Makam Raja
Seperti kerajaan-kerajaan Islam lainnya, salah satu bukti sejarah kerajaan Perlak juga berasal dari makam raja-rajanya. Salah satu makam yang berhasil ditemukan di tepi Sungai Ternggulon ini diperkirakan makam raja Benoa. Dalam batu nisan makam ini terdapat tulisan Arab. Benoa merupakan negara bagian dari kesultanan Perlak.
5. Stempel Kerajaan
Stempel kerajaan Perlak yang berhasil ditemukan bertuliskan kalimat “AL Wasiq Billah Kerajaan Negeri Bendahara Sanah 512”. Negeri Bendahara sendiri merupakan bagian dari kesultanan Perlak.
Itulah 5 Kerajaan Perlak. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan berguna bagi pembaca. Apabila ada yang salah, tolong di koreksi. Kurang lebihnya kami mohon maaf, baca juga artikel menarik dan informatif lainnya. Terimakasih.
Sumber Referensi :
  • Teuku Iskandar, Hikayat Aceh, Martinus Nijhoff, ‘s-Gravenhage, 1958. Suwedi Montana, “Nouvelles donees sur les royaumes de Aceh”, Archipel, 53, 1997, halaman. 85-95.
  • Wikipedia.

Bagikan:

Leave a Comment