Sejarah Kuil Kuno Angkor Wat

Iklan 728x90

Sejarah Kuil Kuno Angkor Wat

Angkor Wat dibangun antara sekitar tahun 1.111 hingga 1.150 dengan luas sekitar 500 hektar. Angkor Wat yaitu salah satu Monumen Keagamaan Terbesar Di Dunia yang pernah dibangun.

 Menunjukkan parit dan jalan pintas dan menara utama yang dikelilingi empat menara yang le SEJARAH KUIL KUNO ANGKOR WAT

Kuil ini pada awalnya dibangun sebagai Kuil Hindu yang didedikasikan untuk Dewa Wisnu dan kemudian diubah menjadi Kuil Buddha pada era ke-14 dengan menambahkan patung-patung Buddha sebagai karya seni. Beberapa tahun kemudian Angkor Wat diubah menjadi benteng militer. Saat ini Kuil Kuno Angkor Wat merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Menara utama kuil setinggi 65 meter dikelilingi oleh empat menara yang lebih kecil dan serangkaian dinding bangunan. Tata letak yang membuat gambaran Gunung Meru, Tempat legendaris dalam mitologi Hindu yang dikatakan berada di luar Himalaya dan menjadi rumah para dewa.

Kuil Di Dalam Kota

Kota tempat Kuil Kuno Angkor Wat dibangun ini terletak di negara Kamboja dan pernah menjadi ibukota Kekaisaran Khmer. Kota ini berisi ratusan kuil yang populasinya mungkin lebih dari 1 juta orang. dan ini merupakan kota terbesar di dunia hingga Revolusi Indutri.

Angkor mempunyai sentra perkotaan yang sanggup dengan gampang menampung 500.000 orang dan kawasan pedalaman yang luas yang telah diperlihatkan oleh banyak penduduk di dunia penelitian Lidar. Para peneliti juga mengindetifikasi sebuah kota yang hilang berjulukan Mahendraparvata yang terletak sekitar 40 kilometer sebelah utara AngkorWat.

Parit, Menara, Struktur Spiral dan Lukisan-Lukisan Tersembunyi

Angkor Wat sendiri dikelilingi oleh parit berukuran 200 meter yang meliputi keliling lebih dari 5 kilometer. Parit ini mempunyai kedalaman 4 meter yang sanggup membantu menstabilkan pondasi candi, mencegah air tanah naik terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Pintu masuk Kuil Kuno Angkor Wat ke arah barat (arah yang dikaitkan dengan Dewa Wisnu) di jalan batu, dengan Singa penjaga menandai jalan. Baru-baru ini para arkeolog menemukan sisa-sisa delapan menara yang terbuat dari kerikil pasir dan laterit di sebelah barat. Menara-menara ini mungkin yaitu sisa-sisa kuil yang dipakai sebelum Angkor Wat dibangun sepenuhnya. Di sebelah timur kuil ada pintu masuk kedua yang lebih sederhana.

Jantung Kuil yaitu menara sentra yang sanggup dimasuki dengan memakai tangga yang curam. Menara ini sekaligus sebagai sentra simbolis dari bangsa dan sentra yang sebetulnya dimana kekuatan sekuler dan suci bergabung," tulis peneliti Eleanor Mannikka dalam bukunya yang berjudul :Angkor Celestial Temples of the Khmer Empire". (Abbevile  Press, 2002). "Dari ruang yang tak tertandingi itu, Dewa Wisnu dan Raja memerintah orang-orang Khmer".

Lukisan-lukisan tersembunyi juga telah ditemukan di menara pusat. Satu ruang di menara mempunyai pemandangan yang memperlihatkan ansambel tradisional Khmer dari alat musik yang dikenal sebagai pinpeatyang terdiri dari banyak sekali gong, xylophone, alat musik tiup dan intrumen perkusi lainya. Di ruangan yang sama, ada juga adegan yang rumit yang menapilkan orang-orang menunggang kuda di antara dua bangunan yang juga mungkin kuil. Kedua lukisan ini termasuk diantara 200 yang ditemukan di Kuil Kuno Angkor Wat semenjak tahun 2010.

Struktur pasir sepanjang 1 mil yang berisi banyak sekali desain spiril baru-baru ini ditemukan disamping Angkor Wat oleh para arkeolog dengan memakai Lidar. Hal ini ada dalam periode singkat selama pertengahan di era ke-12 hingga akhir. Arkeolog tidak yakin untuk apa struktur ini dipakai dan mungkin struktur itu tidak pernah selesai.

Sisa-sisa rumah dan bak yang dipakai oleh pekerja yang tinggal di bersahabat Angkor Wat dan melayani kuil juga ditemukan baru-baru ini dengan menggunakan Lidar.

Wisnu dan Raja

 Menunjukkan parit dan jalan pintas dan menara utama yang dikelilingi empat menara yang le SEJARAH KUIL KUNO ANGKOR WAT

Ukiran relief Bas menujukkan Dewa Hindu menarik Ular Vasuki dalam cerita penciptaan Churning of the sea of Milk.

Kuil Kuno Angkor Wat dibangun oleh seorang raja berjulukan Suryavarman II. Ia berkuasa sehabis membunuh pamannya Dharanindravarman I ketika sedang menunggang gajah. Sebuah prasasti menyampaikan bahwa Suryavarman membunuh pamannya sebab Garuda (burung Mitos) di tebing gunung akan membunuh ular.

Suryavarman menjalankan pemerintahannya dengan sangat haus darah. Dia melaksanakan penyerangan ke Vietnam dalam upaya untuk menguasai wilayah itu. Dia juga membuat kemajuan kekerabatan tenang dengan Tiongkok.

Dia memuliakan Dewa Wisnu, Dewa yang sering digambarkan sebagai pelindung dan memasang patung tuhan di menara utama Angkor Wat. Pengabdiannya ini juga sanggup dilihat di salah satu reliefnya yang paling luar biasa di Angkor Wat yang terletak disebelah tenggara kuil. Relief itu memperlihatkan sebuah kepingan dalam cerita Hindu perihal penciptaan yang dikenal sebagai "Pengadukan Lautan Susu".

Seperti yang dituliskan oleh arkeolog Michael Coe, Relief "Menggambarkan bagaimana dewa-dewa dan setan mengaduk samudera di bawah proteksi Dewa Wisnu untuk menghasilkan ramuan ilahi keabadian (Angkor and the Khmer Civilization, Thames & Hudson , 2003). Para sarjana mengganggap derma ini sebagai salah satu karya seni terbaik di Angkor Wat.

Pengabdian Suryavarman terhadap Wisnu juga ditunjukkan dalam nama anumerta yang diberikan. "Paramavishnuloka" yang berdasarkan peneliti Helena Legendre De-Koninck, berarti "Dia yang berada di kediaman tertinggi Wisnu" (Angkor Wat A Royal Temple, VDG, 2001).

Teknik Kontruksi Kuil Kuno Angkor Wat

Membangun Kuil Kuno Angkor Wat yaitu pekerjaan besar yang melibatkan penggalian, kerja arsitik yang cermat, Untuk membuat parit disekitar kuil, 1,5 juta meter per kubik pasir dan lumpur dipindahkan, sebuah pekerjaan yang membutuhkan ribuan orang pekerja pada satu waktu.

Bangunan di Angkor Wat menjadi tantangan tersendiri. Untuk mendukung pembangunan ini diharapkan material yang tangguh yang di sebut Laterite yang terbungkus dengan kerikil pasir lembut yang dipakai untuk membuat relief. Blok kerikil pasir ini digali di Perbukitan Kulen sekitar 30 kilometer sebelah utara dari Kuil Kuno Angkor Wat. Penelitian menunukkan bahwa sebuah saluran dibentuk untuk mengangkut blok ke Angkor Wat.

Di bawah menara utama yaitu poros yang mengarah ke sebuah ruangan dimana pada tahun 1934 para arkeolog menemukan dua potong kristal dan dua daun emas jauh dibawah Patung Wisnu berada, tulis Coe. Lebih lanjut Coe menyampaikan bahwa endapan ibarat ini secara spiritual menawarkan energi pada sebuah kuil, Sam ibarat baterai yang menawarkan daya ke pernagkat elektronik.

Tujuan Dibangunnya Kuil Kuno Angkor Wat

 Menunjukkan parit dan jalan pintas dan menara utama yang dikelilingi empat menara yang le SEJARAH KUIL KUNO ANGKOR WAT

Meskipun Kuil Kuno Angkor Wat didedikasikan untuk Dewa Wisnu, Tujuan sebetulnya dengan dibangunya Angkor Wat hingga ketika ini masih diperdebatkan, Satu pertanyaan yaitu apakah debu Suryavarman II dikebumikan di monumen atau mungkin di ruang yang sama dimana endapan itu ditemukan. Jika itu kasusnya, itu akan memberi makna pemakaman pada bait suci.

Eleanor Mannikka telah mencatat bahwa Angkor Wat terletak di 13,41 derajad lintang utara dan bahwa sumbu utara-selatan dari ruang menara utama yaitu 13,43 hasta panjangnya. Ini berdasarkan Mannikka nukan kecelakaan. "Di tempat suci utama, Wisnu tidak hanya ditempatkan di lintang Angkor Wat, Ia juga ditempatkan di sepanjang poros bumi", tulisnya. Khmer tahu bahwa bumi itu bulat.

Selain itu, dalam tulisannya, Mannikka mencatat selusin keberpihakan lunar dengan Menara Angkor Wat yang memperlihatkan melayani tugas astronomi yang penting. "Selama malam Kamboja yang panjang dan jernih, ketika bintang-bintang  memenuhi setiap inci dari langit hitam, Para pendeta astronom berdiri di jalan sepanjang Barat yang panjang dan mencatat pergerakan bulan melawan menara-menara di dua teratas dari kuil."

Loading...
ARTIKEL PILIHAN