Permainan Tradisional Anak Indonesia Yang Terlupakan

Iklan 728x90

Permainan Tradisional Anak Indonesia Yang Terlupakan

Permainan Tradisional ~ Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi disegala bidang yang sangat membantu insan menjadi lebih mudah, Sehingga teknologi juga sanggup menciptakan permainan anak menjadi lebih mudah  Banyak Permainan Tradisional Anak Indonesia yang ditinggalkan oleh bawah umur Indonesia. Hal ini disebabkan dengan banyak munculnya permainan-permaianan gres yang lebih canggih dan modern. 


 Permainan Tradisional Anak Indonesia Yang Terlupakan  10 PERMAINAN TRADISIONAL ANAK INDONESIA YANG TERLUPAKAN

Anak Indonesia kini lebih menentukan permaian games, Playstation atau permaian modern lainnya sehingga Permaian Tradisional Indonesia menyerupai Galah Asin, Ular Naga atau Petak Umpet secara pelan-pelan namun niscaya ditinggalkan oleh bawah umur Indonesia.

Berikut Permaian Tradisional Anak Indonesia Yang Terlupakan

  • Galah Asin

 Permainan Tradisional Anak Indonesia Yang Terlupakan  10 PERMAINAN TRADISIONAL ANAK INDONESIA YANG TERLUPAKAN

Galah Asin atau Galasin atau Gobak Sodor yakni homogen Permainan Tradisional Anak Indonesia. Permainan ini terdiri dari dua group yang mana masing-masing group terdiri dari 3-5 orang pemain. Inti permaiannya yakni menghadang lawan semoga tidak lolos garis ke garis sampai garis selesai secara bolak-balik. 

Permaianan ini biasanya dilakukan di lapangan Bulutangkis dengan teladan garis-garis yang ada atau lapangan segi empat dengan ukuran 9 x 4 meter yang dibagi menjadi 6 bagian. Permaianan ini sangat mengasyikan sekaligus sangat sulit lantaran setiap orang harus selalu terjaga dan berlari secepat mungkin semoga tidak tersentuh lawannya untuk mearih sebuah kemenangan.

  • Goncang Kaleng

 Permainan Tradisional Anak Indonesia Yang Terlupakan  10 PERMAINAN TRADISIONAL ANAK INDONESIA YANG TERLUPAKAN

Goncang Kaleng, sesuai namanya Permaianan Tradisional Anak Indonesia ini memakai kaleng sebagai penentu permaian di mulai. Kaleng sebelumnya di isi dengan beberapa batu-batu kecil atau kerikil. Kemudian sisi kaleng yang terbuka di tutup kembali dengan cara dilipat atau dipenyekkan sehingga kaleng tersebut akan berbunyi bila digoyangkan. 

Model permaiannya hampir sama dengan permaianan petak umpet.  Pemamin yang kalah ketika hompipah atau ketika di undi dialah yang akan menjadi kucing atau pencari rekan-rekan lainnya yang bersembunyi disekitar areal permaianan.Di awal permaian juga dipilih ketua tikus yang dinilai lemparannya cukup jauh diantara rekan-rekan lainnya untuk melemparkan kaleng sejauh mungkin semoga rekan-rekannya sanggup bersembunyi. Kucing berkewajiban mengambil kaleng yang sudah dilempar dan kemudian meletakkannya pada kawasan sentra bulat permaianan yang biasa dibentuk berbentuk bulat berdianeter sekitar 1 depa kemudian sang kucing diperkanankan untuk mencari para tikus.

Sedikit perbedaan pada permaian ini dengan petak umpet yakni jikalau setiap kucing menemukan satu tikus yang bersembunyi maka mereka (kucing dan tikus) berlarian merebut kaleng untuk kemudian diguncang tiga kali.

  • Bila sang kucing yang berhasil ini aadalah tanda kepada rekan-rekan tikus bahwa seekor tikus telah tertangkap.
  • Apabila sang tikus yang berhasil menyentuh kaleng, maka kaleng ini akan dilempar sejauh mungkin untuk memberi kesepatang kepadanya kembali bersembunyi.

  • Sunda Manda ( Engklek)

 Permainan Tradisional Anak Indonesia Yang Terlupakan  10 PERMAINAN TRADISIONAL ANAK INDONESIA YANG TERLUPAKAN

Sunda Manda atau juga yang disebut engklek, teklek, ingkling, sundamanda, jlong jling, lempeng atau dampu yakni Permainan Tradisional Anak Indonesia khusunya dimasyarakat pedesaan.

Permaianan ini sanggup ditemukan di kawasan Sumatera, Jawa, Bali, Klimantan dan Sulawesi walaupun di setiap kawasan mempunyai nama yang berbeda-beda namun bentuk permainan ini tetap sama. Permaian Sunda Manda sanggup dimainkan oleh bawah umur sampai 3-5 orang peserta. Di kawasan Jawa permaian ini disebut Engklek dan biasanya dimainkan oleh bawah umur perempuan. 

Cara Bermain

Untuk sanggup bermain, penerima permaianan ini melompat memakai satu kaki di setiap petak-petak yang telah digambar sebelumnya di tanah. Untuk sanggup bermain setiap penerima bermodal Gacuk yang biasanya berupa pecahan dari genteng rumah yang juga disebut Kreweng. Dalam permaiannya kreweng ini ditempatkan diletakkan di salah satu petak yang tergambar di tanah dengan cara di lempar. Petak yang ada gacuknya dihentikan di injak atau ditempati oleh pemain. Makara para pemain harus melompat ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada.

Pemain yang telah menuntaskan satu putaran terlebih dahulu berhak menentukan sebuah petak untuk dijadikan "sawah" mereka yang artinya di petak tersebut pemain bersangkutan sanggup menginjak petak itu dengan kedua kaki. Sementara pemain lain dihentikan menginjak petak tersebut selama permainan. Peserta yang mempunyai kotak paling banyak yakni yang akan memenangkan permainan ini.

  • Gasing

 Permainan Tradisional Anak Indonesia Yang Terlupakan  10 PERMAINAN TRADISIONAL ANAK INDONESIA YANG TERLUPAKAN

Gasing merupakan salah satu Permainan Tradisional Anak Indonesia yang terlupakan. Permainan ini berbentuk benda dengan poros di tengahnya. Cara bermain gasing yakni dengan memutarnya di lantai dengan bertumbu pada poros yang ada. Di butuhkan tali untuk membantu seseorang menciptakan gasing berputar dalam jangka waktu yang lama. Semakin usang gasing berputar, kemungkinan untuk menangpun semakin terbuka lebar.

  • Petak Umpet

 Permainan Tradisional Anak Indonesia Yang Terlupakan  10 PERMAINAN TRADISIONAL ANAK INDONESIA YANG TERLUPAKAN

Petak Umpet adalah permainan hide and seek yang dimainkan oleh dua orang atau lebih. Petak umpet diawali dengan menentukan siapa yang jaga (kucing) dengan cara diundi yaitu dengan melaksanakan suit atau hom pim pah. Selanjutnya kucing akan bertugas mencariteman-temannya yang bersembunyi.

Setelah ditentukan siapa yang menjadi kucing, Kucing akan menutup mata menghadap tembok atau pohon yang akan dijadikan bong atau patokan. Ketika kucing menutup mata, dan mulai menghitung sesuai dengan waktu yang telah disepakati, bawah umur yang lain berlari dan bersembunyi semoga sebisa mungkin tidak ditemukan oleh si kucing. Setelah hitungan selesai, maka si kucing akan mencari teman-temannya yang bersembunyi. Setelah menemukan temannya, si kucing akan menyebutkan namanya dan berlari menuju Bong lebih dahulu daripada anak tersebut. Apabuila kucing kalah cepat dalam menuju Bong maka permaian dimenangkan oleh bawah umur lain dan permaian kembali di ulang.. Begitu juga kalawa ada bawah umur lain sanggup menyentuh Bong tanpa diketahui oleh si Kucing maka permaian di ulang dan si kucing kembali yang menjaga Bong.

  • Benteng

 Permainan Tradisional Anak Indonesia Yang Terlupakan  10 PERMAINAN TRADISIONAL ANAK INDONESIA YANG TERLUPAKAN

Benteng yakni salah satu Permainan Tradisional Indonesia yang dimainkan secara group oleh 4 - 8 orang yang masing-masing group mempunyai markas yang harus tetap di jaga. Tujuan permainan ini yakni menguasai markas lawan yang sanggup berupa tiang, tugu, pohon  atau tempat-tempat lain yang telah disepakti bersama.

Untuk memenangkan permainan, siapa yang sanggup menyentuh benteng terlebih dahulu atau menawan seluruh musuh maka group tersebut dinyatakan sebagai pemenangnya.

Tiap anggota sanggup berusaha mendekati benteng lawan untuk menyentuh benteng. Tetapi ada peraturan yang menciptakan permainan ini semakin menarik. Siapa yang paling terakhir menyentuh bentengsebelum keluar mendekati musuh mempunyai kekuatan lebih untuk menawan musuh. Maka diharapkan seni administrasi dan kerjasama semoga sobat satu bentengnya tidak tertangkap.

  • Kelereng

 Permainan Tradisional Anak Indonesia Yang Terlupakan  10 PERMAINAN TRADISIONAL ANAK INDONESIA YANG TERLUPAKAN

Permaian Tradisional Indonesia Kelereng berbagai variasinya antara lain pot-potan, A-H dan lain-lain. Permainan ini dibutuhkan ketangkasan dalam membidik kelereng lain. Untuk bermain pot-potan gambarlah bulat di atas permukaan tanah. Kemudian letakkan kelereng sejumlah yang ditaruhkan. Dari jarak tertentu yang sebagai awal, bawah umur mengincar isi pot tersebut dengan kelereng yang dijadikan "gacoan". Ketika gaco mengenai kelereng yang ada di dalam bulat dan sebagian kelereng keluar dari lingkaran, maka kelereng tersebut sanggup di ambil. 

  • Engrang

 Permainan Tradisional Anak Indonesia Yang Terlupakan  10 PERMAINAN TRADISIONAL ANAK INDONESIA YANG TERLUPAKAN

Engrang yakni tongkat yang terbuat dari kayu atau bambu yang dipakai untuk berjalan. Tongkat ini diberi tangga pada jarak tertentu dari ujung bawah tongkat untuk tempat berpijak kaki. Permainan engrang biasanya dilakukan ketika peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

  • Patok Lele

 Permainan Tradisional Anak Indonesia Yang Terlupakan  10 PERMAINAN TRADISIONAL ANAK INDONESIA YANG TERLUPAKAN

Permainan Tradisional Indonesia Patok Lele umum di mainkan oleh masyarakat di kawasan pedesaan. yang sanggup dilakukan oleh anak-anak, remaja sampai orang dewasa. Permainan ini juga umum dilakukan oleh kaum pria dan perempuan. Permainan ini biasanya dimainkan ditanah lapang lantaran pada permainan ini dibutuhkan ruang yang cukup luang untuk melempar dan memukul potongan kayu patok lele ke depan.

Untuk sanggup memainkan permainan ini dibutuhkan kayu sebagai anak patok lele yaitu potongan kayu kecil dengan ukuran sekitar 10 centimeter dengan diameter kurang dario 3 centimeter dan Tongkat Patok Lele dengan ukuran panjang sekitar 40 centimeter dengan diameter 3 centimeter.

Selain kedua perlengkapan tersebut kita juga membutuhkan lubang berbentuk oval di arena tempat bermain yang biasanya dibentuk dengan cara menggeruk tanah lapangan beberapa centimeter. Ukuran lubang tidak terlalu dalam hanya seukuran seperempat atau setengah dari ukuran panjang anak patok lele. Lubang ini berfungsi untuk meletakkan anak patok lele yang akan di pukul dan ditingkah sampai terpental.

Adapun cara bermainnya yakni sebagai berikut:

Pertama anak patok lele diletakkan pada lubang tanah dengan salah satu ujungnya berada di luar lubang. Kemudian dengan memakai tongkat patok lele, ajung anak patok lele di pukul sampai terpental vertikal. Kemudian anak patok lele yang terpental dipukul sekuat tenaga ke depan.

Lihat dimana anak patok lelenya terjatuh, ukur antara jarak lubang dengan anak patok lele memakai tongkat patok lele. Jumlahnya merupakan nilai poin yang diperoleh oleh pemain yang melaksanakan pemukulan tadi. Pemain atau group yang paling banyak mengumpulkan poin dialah sebagai pemenangnya.   

  • Ular Naga

 Permainan Tradisional Anak Indonesia Yang Terlupakan  10 PERMAINAN TRADISIONAL ANAK INDONESIA YANG TERLUPAKAN

Permaianan Ular Naga biasanya dilakukan dikala sore hari oleh bawah umur disuatu tempat yang cukup luas. Dua orang akan berperan sebagai penjaga gerbang dengan cara berhadapan dan menyatukan kedua tangan mereka. Anak-anak yang alain akan berbaris berurutan dari yang tinggi sampai yang pendek yang berperan sebagi ular naga yang panjang. Anak yang berada dibelakang temannya berpegangan pada pinggang sobat di depannya. Ular Naga ini kemudian berjalan sesuai instruksi anak yang paling depan dan menerobis gerbang sambil menyanyikan sebuah lagu.

Ular naga panjangnya bukan kepalang
Berjalan-jalan selalu kian kemari
Umpan yang lezat, itulah yang dicari
Kini dianya yang terbelakang

Dan suatu ketika gerbang akan menutup dan menjerat salah satu anak. Kedua anak yang berperan sebagai gerbang akan berdebat untuk mempengaruhi anak yang terjerat untuk menentukan salah satu dari mereka dan bangun dibelakang mereka. Begitu seterusnya sampai seluruh anak sanggup terjerat.

Permainan Tradisional Ular Naga ini sangat baik untuk berbagi kecerdasan emosial sang anak. Ular Naga juga sanggup menjadi sarana untuk melatih anak untuk berhubungan melalui interaksi yang terjadi. Selain itu anak akan lebih mengerti ihwal bagaimana cara menghargai orang lain. mencicipi kekalahan dan kemenangan.
Loading...
ARTIKEL PILIHAN