Kekayaan Papua Yang Tak Ternilai Harganya

Iklan 728x90

Kekayaan Papua Yang Tak Ternilai Harganya

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 2007 tertanggal 18 April 2007 nama propinsi ini yang sebelumnya bernama Irian Jaya diubah menjadi Papua Barat yang terletak di kepingan barat Pulau Papua dengan Ibukota Manokwari dengan memperoleh status otonomi khusus.

Wilayah ini meliputi daerah kepala burung pulau Papua dan kepulauan-kepulauan disekelilingnya. Disebelah utara propinsi ini dibatasi oleh Samudra Pasifik, Bagian barat berbatasan dengan propinsi Maluku, Bagian timur dibatasi dengan Teluk Cendrawasih dan kepingan selatan dibatasi dengan Laut Seram serta sebelah tenggara dibatasi oleh Propinsi Papua.

Propinsi ini mempunyai potensi yang sangat luar biasa, baik itu pertanian, pertambangan, hasil hutan maupun pariwisatanya. Mutiara dan lumput laut banyak dihasilkan di Raja Ampat sedangkan kain tenun tradisional yang disebut Kain Timor dihasilkan dari Kabupaten Sorong Selatan. Sirup pala harum sanggup diperoleh di Kabupaten Fak-fak serta bermacam-macam potensi lainnya.

Selain itu Wisata Alam Papua Barat menjadi andalan mirip Taman Nasional Teluk Cendrawasih,  Kepulauan Raja Ampat yang sangat menakjubkan kolam surga, Taman Nasional Lorenz yang merupakan taman terluas di Asia Tenggara, Keampuhan Buah Merah sebagai pengobatan, Aneka satwa yang sangat menakjubkan mirip Burung Cendrawasih serta Teluk Triton tempatnya Hiu Paus berada.

Disamping itu baru-baru ini ditemukan sebuah gua yang diklaim sebagai gua terdalam di dunia oleh Tim Ekspedisi speologi Perancis dikawasan Pegunungan Lina, Kampung Irameba, Distrik Anggi, Kabupaten Manokwari. Gua ini diperkirakan mempunyai kedalaman sekitar 2000 meter serta daerah pegunungan Papua Barat yang masih menyimpan banyak misteri yang belum banyak terungkap.

Raja Ampat

 Kekayaan Papua Barat Yang Tak Ternilai Harganya 7 KEKAYAAN PAPUA BARAT YANG TAK TERNILAI HARGANYA

Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat deretan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat kepingan Kepala Burung (Vogelkoop) Pulau Papua. Secara administrasi, deretan ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Kepulauan ini kini menjadi tujuan para penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat deretan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan berdasarkan empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.

Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Perairan Kepulauan Raja Ampat berdasarkan aneka macam sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan tumbuhan dan fauna bawah air pada ketika ini.

Dr John Veron, jago karang berpengalaman dari Australia, misalnya, dalam sebuah situs ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong, mempunyai daerah karang terbaik di Indonesia. Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.

Tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melaksanakan evaluasi cepat pada 2001 dan 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama mempunyai jumlah spesies karang sebanyak ini.

 Kekayaan Papua Barat Yang Tak Ternilai Harganya 7 KEKAYAAN PAPUA BARAT YANG TAK TERNILAI HARGANYA

Ada beberapa daerah terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara Pulau Waigeo dan Pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Tenggara dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya yaitu terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat mirip di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, sanggup disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap sanggup hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.

Spesies yang unik yang sanggup dijumpai pada ketika menyelam yaitu beberapa jenis kuda laut katai, wobbegong, dan ikan pari Manta. Juga ada ikan endemik raja ampat, yaitu Eviota raja, yaitu homogen ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda sanggup menyelam dengan ditemani beberapa ekor Pari Manta yang jinak mirip ketika Anda menyelam di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Jika menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, Anda sanggup dikelilingi oleh ribuan ikan. Kadang kumpulan ikan tuna, giant trevallies dan snappers. Tapi yang menegangkan kalau kita dikelilingi oleh kumpulan ikan barakuda, walaupun bahu-membahu itu relatif tidak berbahaya (yang berbahaya kalau kita ketemu barakuda soliter atau sendirian). Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung Anda juga sanggup melihat penyu sedang membisu memakan sponge atau berenang di sekitar anda. Di beberapa tempat mirip di Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong atau ikan duyung.

Karena wilayahnya yang banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu mempunyai arus yang kencang. Hal ini memungkinkan juga untuk melaksanakan drift dive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan.

Di daerah deretan Misool ditemukan peninggalan prasejarah berupa cap tangan yang diterakan pada dinding kerikil karang. Uniknya, cap-cap tangan ini berada sangat bersahabat dengan permukaan laut dan tidak berada di dalam gua. Menurut perkiraan, usia cap-cap tangan ini sekitar 50.000 tahun dan menjadi kepingan dari rangkaian petunjuk jalur penyebaran insan dari daerah barat Nusantara menuju Papua dan Melanesia.

Sisa pesawat tenggelam peninggalan Perang Dunia II sanggup dijumpai di beberapa tempat penyelaman, mirip di Pulau Wai.

Kekayaan keanekaragaman hayati di Raja Ampat telah menciptakan dirinya mempunyai tingkat ancaman yang tinggi pula. Hal itu sanggup dilihat dari kerusakan terumbu karang dan hutan. Kerusakan terumbu karang umumnya yaitu lantaran acara penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan mirip bom, sianida dan akar bore (cairan dari olahan akar homogen pohon untuk meracun ikan).

Untuk menjaga kelestarian bawah laut Kepulauan Raja Ampat, usaha-usaha konservasi sangat dibutuhkan di daerah ini. Ada dua forum internasional yang konsen terhadap kelestarian sumber daya alam Raja Ampat, yaitu CI (Conservation International) dan TNC (The Nature Conservancy). Pemerintah sendiri telah tetapkan laut sekitar Waigeo Selatan, yang meliputi pulau-pulau kecil mirip Gam, Mansuar, kelompok Yeben dan kelompok Batang Pele, telah disahkan sebagai Suaka Margasatwa Laut. Menurut SK Menhut No. 81/KptsII/1993, luas wilayah ini mencapai 60.000 hektare.

Selain itu, beberapa daerah laut lainnya telah diusulkan untuk menjadi daerah konservasi. Masing-masing yaitu Suaka Margasatwa Laut Pulau Misool Selatan, laut Pulau Kofiau, laut Pulau Asia, laut Pulau Sayang dan laut Pulau Ayau.

Taman Nasional Lorenz

Taman Nasional Lorenz adalah sebuah Taman Nasional yang terletak di propinsi Papua, Indonesia. Dengan luas wilayah sebesar 2,4 juta Ha, Lorenz merupakan sebuah taman terbesar di Asia Tenggara.

 Kekayaan Papua Barat Yang Tak Ternilai Harganya 7 KEKAYAAN PAPUA BARAT YANG TAK TERNILAI HARGANYA

Taman ini masih belum dipetakan, dijelajahi dan banyak terdapat tumbuhan asli, binatang dan budaya. Pada tahun 1999 Taman Nasional Lorenz diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Wilayahnya juga terdapat persediaan mineral dan operasi pertambangan berskala besar juga aktif disekitar Taman Nasional ini. Ada juga Proyek Konservasi Taman Nasional Lorenz yang terdiri dari sebuah inisiatif masyarakat untuk konservasi komunal dan ekologi warisan yang berada disekitar Taman Nasional Lorenz ini.

Dari tahun 2003 hingga kini, WWF-Indonesia Region Sahul Papua sedang melaksanakan pemetaan wilayah budpekerti dan Kawasan Taman Nasional Lorenz. Tahun 2003-2006, WWF telah melaksanakan pemetaan Wilayah Taman Nasional Lorenz yang berada di Distrik (Kecamatan) Kurima Kabupaten Yahukimo dan pada tahun 2006-2007 pemetaan dilakukan di Distrik Sawaerma Kabupaten Asmat.

Nama Taman Nasional ini diambil dari seorang penjelajah asal negeri Belanda Hendrikus Albertus Lorenz yang melewati daerah tersebut pada tahun 1909 yang merupakan ekspedisinya yang ke-10 di Taman Nasional ini.

Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu di antara tiga daerah di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Membentang dari puncak gunung yang diselimuti Salju (5.030 meter dpl), hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura. Dalam bentangan ini, terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari daerah Vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, Dataran Rendah, dan lahan basah.

 Kekayaan Papua Barat Yang Tak Ternilai Harganya 7 KEKAYAAN PAPUA BARAT YANG TAK TERNILAI HARGANYA

Selain mempunyai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terdapat pula beberapa kekhasan dan keunikan adanya gletser di Puncak Jaya dan sungai yang menghilang beberapa kilometer ke dalam tanah di Lembah Baliem.

Sebanyak 34 tipe vegetasi diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak.

Jenis-jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata.

Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung (± 70 % dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik diantaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).

Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.

 Kekayaan Papua Barat Yang Tak Ternilai Harganya 7 KEKAYAAN PAPUA BARAT YANG TAK TERNILAI HARGANYA

Taman nasional ini mempunyai keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditunjang keanekaragaman budaya yang mengagumkan. Diperkirakan kebudayaan tersebut berumur 30.000 tahun dan merupakan tempat kediaman Suku Nduga, Dani Barat, Suku Amungme, Suku Sempan dan Suku Asmat. Kemungkinan masih ada lagi masyarakat yang hidup terpencil di hutan belantara ini yang belum mengadakan korelasi dengan insan modern.


Suku Asmat populer dengan keterampilan pahatan patungnya. Menurut kepercayaannya, suku tersebut identik dengan hutan atau pohon. Batang pohon dilambangkan sebagai tubuh manusia, dahan-dahannya sebagai lengan, dan buahnya sebagai kepala manusia. Pohon dianggap sebagai tempat hidup para arwah nenek moyang mereka. Sistem masyarakat Asmat yang menghormati pohon, ternyata berlaku juga untuk sungai, gunung dan lain-lain.

Lorentz ditunjuk sebagai taman nasional pada tahun 1997, sehingga fasilitas/sarana untuk kemudahan pengunjung masih sangat terbatas, dan belum semua obyek dan daya tarik wisata alam di taman nasional ini telah diidentifikasi dan dikembangkan.

Sebanyak 34 tipe vegetasi diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak.

Jenis-jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata. Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung (± 70 % dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik diantaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).

Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Taman Nasional Teluk Cenderawasih merupakan taman nasional perairan laut terluas di Indonesia, terdiri dari daratan dan pesisir pantai (0,9%), daratan pulau-pulau (3,8%), terumbu karang (5,5%), dan perairan lautan (89,8%).

Taman nasional ini terletak di Teluk Cenderawasih, provinsi Papua Barat. Taman Nasional Teluk Cenderawasih meliputi pulau Mioswaar, Nusrowi, Roon, Rumberpon dan Yoop.

 Kekayaan Papua Barat Yang Tak Ternilai Harganya 7 KEKAYAAN PAPUA BARAT YANG TAK TERNILAI HARGANYA

Potensi karang Taman Nasional Teluk Cendrawasih tercatat 150 jenis dari 15 famili, dan tersebar di tepian 18 pulau besar dan kecil. Persentase penutupan karang hidup bervariasi antara 30,40% hingga dengan 65,64%. Umumnya, ekosistem terumbu karang terbagi menjadi dua zona yaitu zona rataan terumbu (reef flat) dan zona lereng terumbu (reef slope). Jenis-jenis karang yang sanggup dilihat antara lain koloni karang biru (Heliopora coerulea), karang hitam (Antiphates sp.), famili Faviidae dan Pectiniidae, serta aneka macam jenis karang lunak.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih populer kaya akan jenis ikan. Tercatat kurang lebih 209 jenis ikan penghuni daerah ini diantaranya butterflyfish, angelfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish, dan anemonefish.

Jenis moluska antara lain keong cowries (Cypraea spp.), keong strombidae (Lambis spp.), keong kerucut (Conus spp.), triton terompet (Charonia tritonis), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

 Kekayaan Papua Barat Yang Tak Ternilai Harganya 7 KEKAYAAN PAPUA BARAT YANG TAK TERNILAI HARGANYA
Terdapat empat jenis penyu yang sering mendarat di taman nasional ini yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Duyung (Dugong dugon), paus biru (Balaenoptera musculus), ketam kelapa (Birgus latro), lumba-lumba, dan hiu sering terlihat di perairan Taman Nasional Teluk Cendrawasih.



Terdapat goa alam yang merupakan peninggalan zaman purba, sumber air panas yang mengandung sulfur tanpa kadar garam di Pulau Misowaar, goa dalam air dengan kedalaman 100 feet di Tanjung Mangguar. Sejumlah peninggalan dari masa 18 masih sanggup dijumpai pada beberapa tempat mirip di Wendesi, Wasior, dan Yomber. Umat Kristiani banyak yang berkunjung ke gereja di desa Yende (Pulau Roon), hanya untuk melihat kitab suci terbitan tahun 1898.

Pulau Rumberpon

Lokasi Pengamatan satwa (burung), penangkaran rusa, wisata bahari, menyelam dan snorkeling, kerangka pesawat tempur Jepang yang jatuh di laut.

  • Pulau Nusrowi
  • Menyelam dan snorkeling, wisata bahari, pengamatan satwa.
  • Pulau MioswaarSumber air panas, air terjun, menyelam dan snorkeling, pengamatan satwa dan wisata budaya.
  • Pulau Yoop dan perairan Wondesi
  • Pengamatan ikan paus dan ikan lumba-lumba.
  • Pulau Roon
  • Tempat Pengamatan satwa burung, menyelam dan snorkeling, air terjun, wisata budaya, dan gereja tua.
Salju Abadi Di Puncak Jayawijaya


 Kekayaan Papua Barat Yang Tak Ternilai Harganya 7 KEKAYAAN PAPUA BARAT YANG TAK TERNILAI HARGANYA

Sejarah terbentuknya Pegunungan Jayawijaya

Menurut teori geologi, awalnya dunia hanya mempunyai sebuah benua yang berjulukan Pangea pada 250 juta tahun lalu. Benua Pangea pecah menjadi dua dengan membentuk benua Laurasia dan benua Eurasia. Benua Eurasia pecah kembali menjadi benua Gonwana yang di kemudian hari akan menjadi daratan Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia.

Pengendapan yang sangat intensif terjadi di benua Australia, ditambah terjadinya tumbukan lempeng antara lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia di dasar laut. Tumbukan lempeng ini menghasilkan busur pulau, yang juga menjadi cikal bakal dari pulau dan pegunungan di Papua.

Akibat proses pengangkatan yang terus-menerus, sedimentasi dan disertai insiden tektonik bawah laut, dalam kurun waktu jutaan tahun menghasilkan pegunungan tinggi mirip yang sanggup dilihat ketika ini.

Pegunungan Jayawijaya yaitu deretan pegunungan yang terbentang di tengah provinsi Papua Barat dan Papua (Indonesia) hingga Papua New Guinea di Pulau Irian. Ada 6 puncak di pegunungan Jayawijaya: Puncak Jaya (dahulu Puncak Carstenz Pyramide), Puncak Meren, Puncak Northwall, Puncak Ngga Pulu, Puncak Sudirman, dan Puncak Trikora. Puncak dengan salju kekal hanya ada di empat puncak pertama. Tapi sayang salju kekal ini mulai meleleh lantaran perubahan iklim global.

 Kekayaan Papua Barat Yang Tak Ternilai Harganya 7 KEKAYAAN PAPUA BARAT YANG TAK TERNILAI HARGANYA

Dari antara 6 puncak di pegunungan ini, Puncak Jaya yaitu puncak tertinggi dengan 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl). Bahkan puncak pegunungan Jayawijaya disebut sebagai salah satu dari tujuh puncak benua tersebut. Tapi tahukah kau kalau yang disebut puncak benua itu dulunya dasar lautan? Buktinya aneka macam fosil kerang laut ditemukan di daerah puncak gunung. Makara yang bermimpi ke puncak-puncak pegungungan Jayawijaya bukan hanya para pendaki tapi juga peneliti geologi dunia.

Rupanya 60 juta tahun yang kemudian Pulau Papua masih berada di dasar laut yang terbentuk oleh bebatuan sedimen. Singkat dongeng dalam waktu berjuta-juta tahun terjadi aneka macam acara tektonik dan pengendapan yang menghasilkan daratan Papua yang masih menyatu dengan Australia. Lambat laun daratan ini terpecah-pecah dan menghasilkan pulau dan pegunungan di Papua mirip yang kita kenal sekarang.

Masih banyak belakang layar bebatuan Jayawijaya yang belum tergali dan masih banyak yang belum pernah mendaki puncak tertinggi di Indonesia ini. Makara kau pilih yang mana? Makara pendaki ulung atau peneliti bebatuan ternama? Dua-duanya sanggup dilakukan di Pegunungan Jayawijaya.

Bagi pendaki gunung, mendaki jajaran Pegunungan Jayawijaya yaitu sebuah impian.Betapa tidak, pada salah satu puncak pegunungan itu terdapat titik tertinggi di Indonesia, yakni Carstensz Pyramide dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).Jangan heran kalau pendaki gunung papan atas kelas dunia selalu berlomba untuk mendaki salah satu titik yang masuk dalam deretan tujuh puncak benua tersebut. Apalagi dengan keberadaan salju kekal yang selalu menyelimuti puncak itu, menciptakan hasrat kian menggebu untuk menggapainya.

Tetapi, siapa yang menyangka kalau puncak bersalju itu dahulunya yaitu kepingan dari dasar lautan yang sangat dalam!.Pulau Papua mulai terbentuk pada 60 juta tahun yang lalu. Saat itu, pulau ini masih berada di dasar laut yang terbentuk oleh bebatuan sedimen. Pengendapan intensif yang berasal dari benua Australia dalam kurun waktu yang panjang menghasilkan daratan gres yang kini berjulukan Papua. Saat itu, Papua masih menyatu dengan Australia.

Sementara terpisahnya daratan Australia dengan Papua oleh lautan berawal dari berakhirnya zaman es yang terjadi pada 15.000 tahun yang lalu. Mencairnya es menjadi lautan pada jadinya memisahkan daratan Papua dengan benua Australia.

Masih banyak belakang layar bebatuan Jayawijaya yang belum tergali. Apalagi, umur Pulau Papua ini masih dikategorikan muda sehingga proses pengangkatan pulau masih terus berlangsung hingga ketika ini. Ini juga alasan dari penyebutan Papua New Guinea bagi Pulau Papua, yang artinya yaitu sebuah pulau yang masih baru.

Sementara keberadaan salju yang berada di beberapa puncak Jayawijaya, diyakininya akan berangsur hilang mirip yang dialami Gunung Kilimanjaro di Tanzania. Hilangnya satu-satunya salju yang dimiliki oleh pegunungan di Indonesia itu disebabkan oleh perubahan iklim secara global yang terjadi di daerah tropis

Burung Cendrawasih

 Kekayaan Papua Barat Yang Tak Ternilai Harganya 7 KEKAYAAN PAPUA BARAT YANG TAK TERNILAI HARGANYA

Burung Cenderawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Mereka ditemukan di Indonesia timur, pulau-pulau selat Torres, Papua Nugini, dan Australia timur. Burung anggota keluarga ini dikenal lantaran bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya. Ukuran burung Cenderawasih mulai dari Cenderawasih raja pada 50 gram dan 15 cm hingga Cenderawasih paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan Cenderawasih manukod jambul-bergulung pada 430 gram.

 Kekayaan Papua Barat Yang Tak Ternilai Harganya 7 KEKAYAAN PAPUA BARAT YANG TAK TERNILAI HARGANYA

Burung Cenderawasih yang paling populer yaitu anggota genus Paradisaea, termasuk spesies tipenya, Cenderawasih kuning-besar, Paradisaea apoda. Jenis ini dideskripsikan dari spesimen yang dibawa ke Eropa dari ekpedisi dagang. Spesimen ini disiapkan oleh pedagang pribumi dengan membuang sayap dan kakinya semoga sanggup dijadikan hiasan. Hal ini tidak diketahui oleh para penjelajah dan menjadikan kepercayaan bahwa burung ini tidak pernah mendarat namun tetap berada di udara lantaran bulu-bulunya. Inilah asal mula nama bird of paradise ('burung surga' oleh orang Inggris) dan nama jenis apoda - yang berarti 'tak berkaki'.

Banyak jenis mempunyai ritual kawin yang rumit, dengan sistem kawin jenis-jenis Paradisaea yaitu burung-burung jantan berkumpul untuk bersaing memperlihatkan keelokannya pada burung betina semoga sanggup kawin. Sementara jenis lain mirip jenis-jenis Cicinnurus dan Parotia mempunyai tari perkawinan yang beraturan. Burung jantan pada jenis yang dimorfik seksual bersifat poligami. Banyak burung bibit unggul yang dideskripsikan sebagai jenis baru, dan beberapa spesies diragukan kevalidannya.

Jumlah telurnya agak kurang pasti. Pada jenis besar, mungkin hampir selalu satu telur. Jenis kecil sanggup menghasilkan sebanyak 2-3 telur.

Buah Merah

 Kekayaan Papua Barat Yang Tak Ternilai Harganya 7 KEKAYAAN PAPUA BARAT YANG TAK TERNILAI HARGANYA

Buah Merah yaitu homogen buah tradisional dari Papua. Oleh masyarakat Wamena, Papua buah ini disebut Kuansu dengan nama ilmiah Pandanus Conoideus lantaran Buah Merah termasuk tumbuhan keluarga pandan-pandanan. Dengan pohon mirip pandan dengan tinggi tumbuhan yang sanggup mencapai 16 meter dengan tinggi batang bebas cabang sendiri setinggi 5-8 meter yang diperkokoh akar-akar tunjang pada batang sebelah bawah.

Kultivar buah berbentuk lonjong dengan kuncup tertutup daun buah. Buah Merah sendiri panjang buahnya mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, dan bobot 2-3 kg. Warnanya ketika matang berwarna merah marun terang, walau bahu-membahu ada jenis tumbuhan ini yang berbuah berwarna coklat dan coklat kekuningan.

Bagi masyarakat di Wamena, Buah Merah disajikan untuk makanan pada pesta budpekerti bakar batu, Namun banyak juga yang memanfaatkannya sebagai obat tradisional. Buah Merah semenjak zaman dahulu secara turun temurun sudah dikosumsi lantaran mempunyai kegunaan banyak dalam menyembuhkan aneka macam macam penyakit mirip mencegah penyakit mata, cacingan, kulit serta sanggup meningkatkan stamina.

Penelitian perihal khasiat Buah Merah pertama kali dilakukan oleh Drs. I Made Budi M.S seorang dosen dan jago gizi di Universitas Cendrawasih (UNCEN) yaitu sempat mengamati secara seksama kebiasaan masyarakat tradisional di Wamena, Timika dan desa-desa daerah Pegunungan Jayawijaya yang mengkonsumsi Buah Merah.

 Kekayaan Papua Barat Yang Tak Ternilai Harganya 7 KEKAYAAN PAPUA BARAT YANG TAK TERNILAI HARGANYA

Pengamatan terhadap masyarakat lokal berbadan lebih kekar dan berstamina tinggi, Padahal hidup sehari-hari secara orisinil tradisioanl yang serba terbatas dan terbuka dalam berbusana dalam kondisi alam yang keras serta kadang kala bercuaca cukup hirau taacuh di ketinggian pegunungan. Keistimewaan fisik lainnya yakni jarang terkena penyeakit degeneratif mirip hipertensi, diabetes, penyakit jantung, kanker dan lain-lain.

Pada penelitian lebih lanjut Buah Merah banyak mengandung Antioksidan (kandungan rata-rata) :

  • Karoten (12.000 ppm)
  • Betakaroten (700 ppm)
  • Tokoferol (11.000 ppm)

Disamping beberapa zat lain yang sanggup meningkatkan daya tahan tubuh. antara lain asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dekanoat, omega 3 dan omega 9 yang semuanya merupakan senyawa aktif penangkal terbentuknya radikal bebas dalam tubuh. 

Betakaroten berfungsi memperlambat berlangsungnya penumpukan flek pada arteri. Makara aliran darah ke jantung dan otak berlangsung tanpa sumbatan. Interaksinya dengan protein meningkatkan produksi antibodi. Ini meningkatkan jumlah sel pembunuh alami dan memperbanyak acara sel T Helpers dan limposit. Suatu kutipan studi menandakan konsumsi betakaroten 30-60 mg/hari selama 2 bulan menciptakan tubuh sanggup memperbanyak sel-sel alami pembasmi penyakit. Bertambahnya sel-sel alami itu menekan kehadiran sel-sel kanker lantaran ampuh menetralisasikan radikal bebas senyawa karsinogen penyebab kanker.

Dalam beberapa penelitian terbatas yang dilakukan I Made Budi dengan metode pengobatan pribadi dengan Sari Buah Merah, peneliti mengungkapkan keberhasilan yang amat tinggi dalam upaya pengobatan yang dilaksanakan terhadap beberapa penyakit.

Teluk Triton

Teluk Triton terletak di Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Daerah ini dikenal dengan keindahan bawah air yang dikenal sebagai nirwana bawah laut dan warisan budaya.

 Kekayaan Papua Barat Yang Tak Ternilai Harganya 7 KEKAYAAN PAPUA BARAT YANG TAK TERNILAI HARGANYA

Dikawasan ini terdapat 959 jenis ikan karang dan 471 jenis karang dimana 16 dari mereka yaitu spesies baru. Keindahan karang lunak yaitu pemandangan bawah air alami di Teluk Triton. Serta dengan gampang menemukan Bryde's Paus mencari makan.

Melihat gambar kuno dari zaman pra-sejarah disisi dinding gunung sepanjang 1 Km di Maimai, Bryde's Paus di Lobo, dan menyelam atau snoorkeling didekat Temintoi, Selat Iris masih dalam daerah Teluk Triton yaitu SURGA untuk menggambarkan keistimewaan keindahan Teluk Triton di Distrik Kaimana, Papua Barat.

 Kekayaan Papua Barat Yang Tak Ternilai Harganya 7 KEKAYAAN PAPUA BARAT YANG TAK TERNILAI HARGANYA

Bagi para pecinta traveling, Teluk Triton kolam nirwana yang memperlihatkan kesempurnaan. Tak tanggung-tanggung disini anda akan dimanjakan degan aneka macam pengalaman yang berbeda.

Menurut data Conservation International (CI) Indonesia pada tahun 2006, Perairan Teluk Triton mempunyai 959 jenis ikan karang, 471 jenis karang (16 diantaranya jenis baru) dan 28 jenis udang mantis.       
Loading...
ARTIKEL PILIHAN