Kebudayaan Kepulauan Riau

Iklan 728x90

Kebudayaan Kepulauan Riau

Pada topik kali ini kita akan membahas provinsi gres yang berasal dari pemekaran tempat yang lebih banyak didominasi bermasyarakat melayu, Provinsi Riau. Yaitu Provinsi Kepulauan Riau. Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi ke-32 di Indonesia yang meliputi Kota Tanjung Pinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga. Terbentuknya provinsi ini menurut Undang-undang Nomor 25 tahun 2002. 

Sekarang, Kota Tanjung Pinang merupakan sentra kebudayaan Melayu, alasannya ialah hingga ketika ini melayu masih kental dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Seperti Gurindam 12 yang diciptakan oleh Raja Ali Haji mengangakt gambaran negeri ini bahkan tersohor keseluruh negeri. Begitu juga dengan julukan “kota gurindam negeri pantun” yang hingga ketika ini masyarakatnya tidak pernah lupa akan sejarah dan budaya Melayu. Provinsi ini juga kaya akan keanekaragaman budayanya, menyerupai apa? Mari kita mengenal rumah adat, tarian tradisional, dan lain sebagainya pada bahasan kali ini.

1. Rumah Adat

Kepulauan Riau memang sangat kaya dengan keragaman seni dan budayanya, menyerupai halnya keragaman bentuk dari rumah adat. Salah satu bentuk rumah tradisional masyarakat Kepulauan Riau ialah Limas Potong. Jenis rumah susila melayu yang lain ialah rumah tradisional Belah Bubung. Lain halnya rumah susila di provinsi Riau daratan, rumah tradisionalnya yaitu Rumah Lontik dan Rumah Salaso Jatuh Kembar.
 Pada topik kali ini kita akan membahas provinsi gres yang berasal dari pemekaran tempat y Kebudayaan Kepulauan Riau
Rumah Limas Potong

Rumah Limas Potong berbentuk rumah panggung, sebagaimana rumah tradisional di Sumatra pada umumnya. Tingginya sekitar 1,5 meter dari atas permukaan tanah. Dinding rumah dibentuk dari susunan papan warna coklat, sementara atapnya berupa seng warna merah. Kusen pintu, jendela serta pilar anjungan depan rumah dicat minyak warna putih.

Rumah Belah Bubung
Adapun rumah susila Kepulauan Riau lainnya yaitu Belah Bubung. Dikenal dengan sebutan rumah Rabung atau rumah Bumbung Melayu. Nama rumah Belah Bubung diberikan oleh orang Melayu alasannya ialah bentuk atapnya terbelah. Disebut rumah Rabung alasannya ialah atapnya mengunakan perabung. Sedangkan nama rumah Bubung Melayu diberikan oleh orang-orang asing, khususnya Cina dan Belanda, alasannya ialah bentuknya berbeda dengan rumah asal mereka, yaitu berupa rumah Kelenting dan Limas.

2. Seni Tari

Daerah Riau atau secara administratif disebut Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mempunyai kekayaan budaya yang beraneka ragam dari mulai sastra, musik, dan tari. Salah satu dari kekayaan Kepri ialah Tari Melemangdan Tari Tandak.

-Tari Melemang

Memperkenalkan kepada anda salah satu tarian tradisional dari Kepulauan Riau yakni Tari Melemang. Menurut sejarahnya tari Melemang berasal dari Tanjung Pisau Negeri Bentan Penaga, kecamatan Bintan. Tarian ini pertama kali dimainkan sekitar kurun ke-12. Ketika itu, tari Melemang hanya dimainkan di istana Kerajaan Melayu Bentan yang pusatnya berada dibukit batu, Bintan. Tarian ini hanya dipersembahkan bagi Raja ketika sang Raja sedang beristirahat, alasannya ialah merupakan istana yang ditarikan oleh para dayang kerajaan. Namun sehabis kerajaan Bentan mengalami keruntuhan tari Melemang berkembang menjadi tarian hiburan rakyat.
Tari Melemang

Tari melemang biasanya dimainkan oleh 14 penari, diantaranya seorang pemain berperan sebagai Raja, seorang berperan sebagai permaisuri, seorang berperan sebagai puteri, empat orang sebagai pemusik, seorang sebagai penyanyi serta enam orang sebagai penari, mereka menggunakan kostum bergaya melayu sesuai dengan perannya.

- Tari Tandak

Tarian tandak ini merupakan tarian dengan mengkombinasikan nyanyian. Bentuk tariannya berupa pantun yang saling bertimbal-balik antara kelompok laki-laki dan wanita. Lagu atau pantun pada tarian ini berisi ihwal hal-hal yang ada di bumi atau mengenai kehidupan sehari-hari manusia. Tari tandak ialah tarian pergaulan yang sangat digemari atau disukai di tempat Riau. Tari ini merupakan campuran antara seni tari dan sastra, biasanya dipertunjukan pada malam hari.
Tari Tandak

Tarian ini bertujuan semoga perjaka dan pemudi mempunyai kesempatan untuk bertemu. Pertemuan itu adakala berakhir pada jatuh cinta. Tari Tandak menjadi media silaturahmi tempat bertemunya antara perjaka dan pemudi antar kampung.Banyak pasangan suami istri yang bermula dari pertemuan program tari Tandak ini namun ada pula yang dongeng cintanya tidak direstui pihak keluarga.

Tarian ini juga melambangkan ikatan ikatan yang terjalin antara teman-teman yang berlainan kampung. serta membuat rasa kondusif antar kampung. Dalam tarian ini, semua penerima bebas menentukan pasangan. Karena tarian ini merupaka hiburan sekaligus silaturahmi, program ini banyak dihadiri oleh warga, dari anak kecil hingga orang dewasa. Secara rutin program tari tandak ini dilaksanakan setiap bulan  Juli-Oktober setiap tahunnya, di mana pada bulan-bulan tersebut para petani usai melakukan panen.

3. Senjata Khas Kepulauan Riau

- Tumbuk Lada (Badik Tumbuk)
Tumbuk Lada merupakan homogen senjata tradisional dari tempat Kepulauan Riau yang digunakan para panglima perang dalam pertempuran. Selain itu, Tumbuk Lada atau disebut Badik Tumbuk ini pada zaman dulu juga menjadi salah satu kelengkapan pakaian susila selain keris di Kepulauan Riau, Deli, Siak dan Semenanjung Tanah Melayu. Panjang pedang ini mencapai satu meter. Pada pangkal sarung Tumbuk Lada terdapat bonjolan bulat yang selalunya dihias dengan goresan yang dipahat. Sarung senjata ini selalunya dilapis dengan pecahan perak yang diukir dengan pola-pola rumit.Panjang bilah tumbuk lada sekitar 27 cm hingga 29 cm. Lebar bilahnya sekitar 3.5 cm hingga 4 cm. Dari tengah bilah hingga ke pangkalnya terdapat alur yang dalam.
Badik Tumbuk

Tumbuk Lada digunakan secara menikam, mengiris dan menusuk dalam pertempuran jarak dekat. Ia boleh dipegang dengan dua jenis genggaman yaitu dengan mata keatas ataupun mata ke bawah. Senjata lainnya ialah kelewang, digunakan prajurit tempo dulu.

4. Pakaian Adat Khas Kepri
Pria:
Pakaian laki-laki yang digunakan laki-laki disebut baju teluk belanga. Baju ini dipadankan dengan celana panjang yang disuji. Sehelai kain diikatkan ditengah tubuh hamper menyentuh lutut. Bagian kepala ditutup dengan destar atau tanjak. Pada hari kesepakatan nikah pengantin laki-laki menggunakan jubah yang dilengkapi celana panjang, kain selempang dan ikat pinggang. Pengantin ini menggunakan  tutup kepala yg disebut ketu.

Wanita:
Wanita menggunakan atasan berupa baju kurung dan kain selempang yang telah disuji. Bawahannya ialah kain songket dengan motif yang cantik. Pakaian ini dilengkapi dengan aksesori berupa anting, gelang dan cincin. Pakaian pengantin dilengkapi baju telepuk dan kain cual. Sanggul kepala dihiasi tusuk cempaka emas dan epilog dahi atau pasiani. Perhiasan lain yang biasa digunakan ialah pending gelang dan cincin terbuat dari emas.

5. Makanan Khas Provinsi Kepri
Makanan khas masyarakat di Kepulauan Riau ialah Siput laut. Warga setempat menyebutnya sebagai gonggong. Hewan maritim ini banyak terdapat di Desa Lobam, Tanjung Uban, Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

6. Lagu Daerah: Lagu Melayu dalam bentuk Langgam atau Senandung, Lagu Joget, Lagu Zapin, Musik Silat, Musik Inang, Musik Ghazal, Musik Boria, Musik Mak Yong, Musik Mendu, Musik Lang-lang Buana, Musik Bangsawan, Musik Barongsai dan lain sebagainya.

7. Suku:  Melayu, Bugis, Jawa, Arab, Tionghoa, Padang, Batak,Sunda dan Flores.

8. Bahasa:  Bahasa yang digunakan ialah bahasa resmi yaitu Bahasa Indonesia dan ada juga yang menggunakan bahasa Melayu.
Loading...
ARTIKEL PILIHAN

Post a Comment